Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus memberikan dukungan untuk program Koperasi Merah Putih, utamanya meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia pengelola.
Hal ini dibuktikan dengan digelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Kota Banjarmasin yang dilaksanakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin di Hotel Banjarmasin Internasional, Selasa.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas pengelola koperasi agar mampu menjalankan organisasi sesuai prinsip koperasi yang baik.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan bimtek bagi pengurus koperasi Kelurahan Merah Putih. Kita ingin mereka menjalankan koperasi secara jujur, terbuka, dan sesuai dengan prinsip koperasi,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Banjarmasin apresiasi antusiasme warga terhadap Koperasi Merah Putih
Dia menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan peserta dari 52 kelurahan. Hari pertama diikuti oleh 26 kelurahan, dan sisanya dijadwalkan pada hari berikutnya.
Hj. Ananda berharap seluruh peserta dapat menyerap materi yang diberikan secara optimal, mengingat narasumber yang dihadirkan merupakan pihak yang kompeten di bidangnya.
“Kita berharap peserta benar-benar bisa menyerap ilmu yang disampaikan, sehingga koperasi yang mereka kelola bisa berkembang dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, menyebut bimtek tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam membina koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.
“Sejak awal kita ingin membekali mereka dari sisi pengetahuan, keterampilan, hingga strategi entrepreneurship dalam mengelola koperasi,” jelasnya.
Dia menegaskan, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek legalitas, tetapi juga pada kemampuan menggali potensi lokal dan membangun jaringan usaha.
Baca juga: Banjarmasin perkuat tata kelola Koperasi Kelurahan Merah Putih
“Kita tidak ingin koperasi hanya menunggu bantuan dari APBN atau APBD, tetapi mampu mandiri dengan menggali potensi di wilayah masing-masing serta membangun networking,” katanya.
Saat ini, terdapat delapan koperasi yang telah mulai beroperasi, meskipun masih perlu penguatan agar dapat berkembang lebih optimal.
“Kita optimis, meskipun baru delapan yang berjalan, ke depan seluruh koperasi bisa aktif. Kami akan terus mengawal dan membantu mengatasi kendala yang mereka hadapi,” ungkapnya.
“Koperasi harus mengedepankan pelayanan yang humanis. Ini menjadi nilai lebih, karena mereka berada langsung di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dia juga menambahkan bahwa koperasi diharapkan mampu bersaing dengan memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjalin kerja sama dengan distributor.
Melalui bimtek ini, para peserta juga mendapatkan materi terkait tata kelola organisasi, keuangan, perpajakan, serta penguatan jiwa kewirausahaan.
“Harapannya, seluruh pengurus koperasi memiliki keberanian untuk memanfaatkan peluang, membangun kerja sama, dan mengembangkan usaha di wilayahnya masing-masing,” demikian kata Machli Riyadi.
Pewarta: SukarliEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026