Hulu Sungai Selatan Kalsel (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Kartoyo SM mengajak warga masyarakat di provinsinya membangun karakter berjiwa Ideologi Pancasila.
"Membangun karakter berjiwa Pancasila antara lain menghidupkan semangat Pancasila sebagai pedoman hidup dalam keseharian," ujar Kartoyo saat Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai Nilai Pancasila (Sosrev) di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Jumat.
Wakil rakyat dari Partai Nasdem itu menekankan pentingnya penerapan nilai Pancasila guna membentengi diri dari ideologi yang tidak sejalan dengan budaya bangsa Indonesia.
"Pancasila bukan hanya slogan, tetapi pedoman hidup yang harus diterapkan dalam keseharian masyarakat," tegasnya di hadapan warga masyarakat. Desa Sungai Paring (sekitar 135 km timur laut Banjarmasin), Kandangan, HSS.
Menurut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel IV/Kabupaten Tapin, HSS dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu, perlu pengaplikasian nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat.
"Aplikasi nilai-nilai Pancasila itu penting guna membentengi jangan sampai ada ideologi-ideologi yang kurang pas dengan kebudayaan kita, misalkan radikalisme. Jadi sudah terbentengi karena memang nilai-nilai Pancasila ini membentengi dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.
Ia mencontohkan, sikap toleransi antarumat beragama merupakan wujud nyata pengamalan sila pertama yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tadi kita sama-sama menggali dari ibu-ibu tentang nilai-nilai Pancasila yang berketuhanan. Alhamdulillah, di HSS ini masyarakat sangat antusias, terutama dalam kegiatan-kegiatan pengajian,” tambah Kartoyo.

Sementara itu, Kapolsek Kandangan, I Putu Suadirka, yang turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kegiatan Sosrev H. Kartoyo dalam menghidupkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
“Revitalisasi dan aktualisasi ini seharusnya sudah ditanamkan sejak kecil, sejak anak-anak sekolah, untuk menumbuhkan rasa kenegaraan. Kalau dari kecil tidak diberikan pemahaman tentang ideologi Pancasila, nanti mudah dimasuki pengaruh lain,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam menyampaikan nilai kebangsaan kepada masyarakat.
“Program seperti ini sangat bagus dan mengena. Menyampaikannya dengan gaya masing-masing, dan masyarakat juga antusias bahkan ada yang kritis menanyakan bagaimana penerapan revitalisasi dan aktualisasi ini dalam kehidupan nyata,” jelas I Putu Suadirka.
