Tanjung (ANTARA) - Program operasi buta katarak kolaborasi PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati, PT Makmur Sejahtera Wisesa, PT Putra Perkasa Abadi bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menargetkan 169 mata bisa melihat terang.
External Relation Division Head PT Adaro Indonesia Rinaldo Kurniawan mengatakan pelaksanaan operasi dijadwalkan sejak tanggal 13 sampai 18 Oktober 2025 di tiga puskesmas yakni Puskesmas Mabuun, Muara Uya dan Muara Harus.
Baca juga: Kalsel kemarin dari operasi katarak hingga Indonesia Emas 2045
"Operasi katarak dilakukan di dalam mobil katarak milik Adaro yang juga melibatkan dokter spesialis mata dan tenaga kesehatan lokal," jelas Rinaldo saat seremoni operasi buta katarak di Puskesmas Mabuun, Senin.
Ia menyebutkan Adaro dan mitra kerja memulai program sosial ini sejak tahun 2003 dan hingga tahun ini operasi katarak sudah dilakukan lebih dari 7.000 mata.
Program tanggungjawab sosial bidang kesehatan ini menargetkan operasi katarak sebanyak 480 mata pada tahun 2025 yang tersebar di enam kabupaten (Tabalong, Balangan, HSU, Batola, Barsel dan Bartim) yang berada sekitar operasional perusahaan.
Operasi katarak dengan tema "Satu Cahaya, Berjuta Cerita" bermitra dengan perusahaan medis yaitu CV PPI yang sudah berpengalaman dan profesional dalam layanan operasi katarak.
"Layanan operasi katarak menggunakan teknologi baru berupa Teknologi Phacoemulsifikasi dengan keunggulan lebih cepat, lebih aman dan proses recovery lebih mudah bagi masyarakat," tambah Rinaldo.
Seremoni operasi buta katarak di Puskesmas Mabuun dihadiri Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani, pejabat lingkup Pemkab, perwakilan Adaro dan Alamtri Grup serta mitra kerja.
Bagi H Fani (sapaan bupati) program ini sangat sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kesehatan daerah, “Tabalong Pasti Sehat” yang bertujuan memastikan tidak ada lagi warga Tabalong yang kesulitan mengakses layanan kesehatan hanya karena faktor ekonomi.
"Hadirnya program operasi katarak ini merupakan bentuk kolaborasi konkret antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan program prioritas Tabalong SMART," ungkap H Fani.
Operasi katarak tambahnya bukan sekadar tindakan medis, tetapi merupakan gerakan kemanusiaan dengan memulihkan penglihatan berarti juga mengembalikan kemandirian dan produktivitas masyarakat.
Baca juga: Dinas Kesehatan Kalsel operasi katarak gratis bagi 77 warga kurang mampu
"Pemerintah Kabupaten Tabalong berkomitmen terus mendukung program yang berorientasi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Salah satu peserta operasi katarak Sardi (70) warga Kelurahan Belimbing Raya menyampaikan rasa terima kasih karena mata kanannya bisa melihat kembali dengan jelas.
"Terima kasih kepada Adaro, Alamtri Grup dan YABN karena berkat operasi katarak gratis ini, mata kanan saya bisa kembali normal," ungkap Sardi.
