Kegiatan tersebut menjadi bagian dari inovasi Intan Sikapayu (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Ikan Papuyu) yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar untuk menjaga ketahanan pangan berbasis lokal.
Baca juga: Pemkab Banjar perkuat antisipasi dini konflik sosial
"Tahun lalu hasil panen mencapai 1,59 ton dari 20 ribu benih dengan nilai jual sekitar Rp113 juta. Tahun ini kami perkirakan bisa menghasilkan 1,3 ton," kata Penjabat Sekda Banjar H. Ikhwansyah yang mewakili Bupati Banjar Saidi Mansyur, di Martapura, Senin.
Ikhwansyah mengatakan ikan papuyu memiliki nilai ekonomi tinggi, apalagi bila diolah menjadi produk turunan seperti kerupuk, nugget, maupun abon.
Diungkapkan Ikhwansyah, nilai ekonomi ikan papuyu bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat bila dijadikan produk turunan.
"Inilah potensi besar papuyu dalam mendukung kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia menilai panen kali ini menjadi bukti nyata keberhasilan masyarakat Karang Intan mengembangkan sektor perikanan berbasis kearifan lokal. Selain menjaga kelestarian hayati, kawasan budidaya juga membuka peluang usaha baru bagi warga.
Pemerintah daerah, lanjut Ikhwansyah, berkomitmen memberikan dukungan berupa bibit unggul, pelatihan manajemen, hingga membuka akses pasar lebih luas.
Baca juga: Wabup Banjar tegaskan perusahaan harus terapkan K3
"Harapan kita, panen yang melimpah ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan, serta menyediakan protein hewani yang terjangkau dan berkualitas," ucapnya.
Kepala DKPP Banjar Sipliansyah menyebutkan panen 2025 ini lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, yakni enam bulan dari masa tanam 15 ribu benih.
Seluruh modal budidaya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan melalui DKPP dan dikelola langsung oleh kelompok pembudidaya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan pengukuhan Forum Penggiat Budidaya Perikanan Kabupaten Banjar periode 2025–2028.
Acara panen turut dihadiri Kepala Bappeda Litbang Nashrullah Sadiq, Kepala DKISP HM Aidil Basith, Kepala BKPSDM Erni Wahdini, Camat Karang Intan Pusaro Riyanto, serta sejumlah undangan lainnya.
Baca juga: Pemkab Banjar-OJK Kalsel bahas budidaya padi apung
