Rehabilitasi kolam renang tersebut diperkirakan telah menelan anggaran sebesar Rp5,9 miliar pada 2024 dan siap dilanjutkan pada 2025.
Baca juga: Dinkes Banjarbaru tingkatkan kewaspadaan dan imunisasi campak
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Banjarbaru Nina Aprodita di Banjarbaru, Rabu, menjelaskan proyek ini dilaksanakan terdiri dari dua tahap, yakni tahap pertama pada 2024 dan tahap kedua direncanakan 2025.
“Pembangunan kolam renang tidak ada polemik apapun. Pekerjaan ini dilaksanakan dua tahap, tahap pertama pada 2024 dan 2025 untuk tahap kedua dengan anggaran yang masih diperhitungkan,” ujar Nina.
Nina juga menjelaskan perencanaan rehabilitasi ini melibatkan arsitek dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan mencakup beberapa jenis yang penting, seperti rehab kolam utama, kolam anak, dan kolam latihan, termasuk kolam khusus untuk perempuan.
Saat perencanaan, ucap Nina ada kolam yang dibuat, secara syar'i khusus perempuan yang bisa digunakan setiap Rabu.
"Kami memfasilitasi sesuai dengan aturan bahwa jika suatu daerah ingin menyelenggarakan kompetisi, paling tidak harus memiliki kolam utama, kolam latihan, dan kolam persiapan,” jelasnya.
Baca juga: Pemkot Banjarbaru beri diskon pembayaran PBB hingga Desember
Menurutnya, beberapa pengerjaan yang belum diselesaikan bukan diabaikan. Melainkan, akan tetap dilanjutkan di tahun depan dan pembahasan anggaran sudah dimasukkan.
“Ini tidak bisa dilakukan serta merta. Karena ada pekerjaan harus diprioritaskan. Dan memang dua tahap. Bukan tidak selesai tapi tetap dilanjutkan dikarenakan ada perubahan arah pembangunan dan akan dilanjutkan di tahun depan. Sudah masuk pembahasan tim banggar dan di tahun depan di kerjakan,” ungkapnya.
Terkait dinding yang terlihat belum diselesaikan, Nina menjelaskan hal itu merupakan persiapan untuk tahap kedua, yang akan digunakan untuk mobilisasi bahan material.
Selain itu memang untuk dinding tersebut bukan bagian dari proyek tahap kedua.
“Kami memutuskan ditutup sementara, karena pekerjaan tahap satu tidak tahu bahwa ini ditunda dan ternyata ditangguhkan tahun ini,” katanya.
Nina juga menegaskan, audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah dilaksanakan dan kekurangan volume pekerjaan telah dibayarkan.
Baca juga: Pemkot Banjarbaru selesaikan pembangunan 116 taman kota
Dia juga menambahkan perlengkapan infrastruktur, seperti jump start bukan tidak dipasang, namun digunakan saat latihan maupun perlombaan.
“Khusus jump start yang biasa digunakan atlet renang, sesuai rapat dengan Dispora, hanya akan digunakan pada saat atlet akan berlomba, bukan untuk umum. Ini untuk menjaga umur dari jump start itu,” tegasnya.
Secara keseluruhan, Kolam Renang Idaman akan memiliki lima kolam, termasuk kolam persiapan, kolam anak, dan kolam wanita yang juga bisa digunakan sebagai kolam persiapan. Tahap pertama rehabilitasi mencakup perbaikan tribun dengan mengganti keramik.
Nina kembali menambahkan, kolam latihan telah sesuai dengan standar nasional.
Prinsipnya, rehabilitasi ini memiliki dua fungsi utama, yaitu pembinaan atlet dan peningkatan PAD.
“Atlet bisa latihan dan pengunjung nyaman. Kita tidak merubah semua fungsi, tapi memperbaiki, merawat, dan meningkatkan fungsi sehingga bisa membantu pemerintah dan atlet,” pungkasnya.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru tingkatkan kualitas implementasi SAKIP
