Marabahan (ANTARA) - Tim dosen Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) dengan tema Pelatihan Pengembangan E-Modul Ajar Kimia Berbasis Lahan Basah Model SCCrT Berbantuan Liveworksheet.
"Kegiatan ini menyasar guru-guru mata pelajaran kimia yang tergabung dalam MGMP Kimia Kabupaten Barito Kuala dan berlangsung mulai Juli hingga September 2025," kata Ketua tim pengabdi, Drs Parham Saadi, MSi di Marabahan, Rabu.
Dia menyampaikan pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam mengembangkan bahan ajar digital yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad 21.
Pihaknya ingin guru mampu menghadirkan e-modul interaktif yang tidak hanya menyajikan teori, tapi juga mengaitkan konsep kimia dengan ekosistem lahan basah di sekitar mereka.
"Dengan begitu, peserta didik belajar lebih kontekstual dan bermakna,” ujarnya.
Pelatihan ini menerapkan model Scientific Critical Creative Thinking (SCCrT) berbantuan Liveworksheet.
Dengan strategi ini, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami konsep kimia secara teoritis, tetapi juga mengembangkan 6C Skills: Komunikasi (Communication), Kolaborasi (Collaboration), Berpikir Kritis (Critical Thinking), Kreativitas (Creativity), Kewarganegaraan (Citizenship), dan Karakter/Kasih Sayang (Character/Compassion).
Model SCCrT ini terdiri dari tahapan orientasi peserta didik, aktivitas ilmiah, presentasi hasil aktivitas ilmiah, penyelesaian tugas berpikir kritis-kreatif, dan evaluasi-refleksi. Dengan mengikuti tahapan tersebut peserta didik dilatih 6C Skills secara berkesinambungan.
Anggota tim, Dr H Rusmansyah, MPd menambahkan inovasi digital menjadi kunci pembelajaran modern.
“Liveworksheet membuat pembelajaran lebih fleksibel, dapat diakses kapan saja, dan memberi ruang bagi guru serta peserta didik untuk lebih adaptif dengan era digital,” jelasnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh Ketua MGMP Kimia Kabupaten Barito Kuala, Suroto.
Menurutnya, guru kimia perlu mendapatkan informasi baru dan pelatihan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuannya dalam membelajarkan peserta didiknya, sehingga peserta didik menjadi senang, tertarik dan memahami konsep kimia dengan baik.
Guru-guru MGMP Kimia Barito Kuala antusias mengikuti pelatihan ini. Sri Rahayu, salah satu guru mengaku sering kesulitan membuat media ajar digital.
Dengan pendampingan dari dosen jurusan pendidikan kimia FKIP ULM, dirinya jadi lebih percaya diri. Apalagi modul ini sudah lengkap dengan Modul Ajar, LKPD, dan evaluasi.
Program ini juga melibatkan mahasiswa Pendidikan Kimia ULM dalam pendampingan guru, dokumentasi, dan pengembangan modul.
Keterlibatan mahasiswa menunjukkan komitmen ULM sebagai kampus berdampak, yaitu perguruan tinggi yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dan langsung dirasakan masyarakat.
ULM menargetkan hasil program ini dapat memperkuat kualitas pembelajaran sains di Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi model inovasi pendidikan berbasis lingkungan yang dapat direplikasi di daerah lain.
“Dengan kolaborasi dosen, guru, dan mahasiswa, kami ingin menciptakan pembelajaran sains yang lebih kontekstual, modern, dan berkelanjutan,” tambah Parham Saadi.
