Batuan bertekstur sisik ular itu disebut sebagai salah satu jenis batuan langka yang hanya ditemukan di tiga lokasi di dunia: dua di Papua dan satu di Himalaya.
“Batu kulit ular itu bentuknya seperti sisik ular, dan secara ilmiah disebut serpentinid, hutan kita tumbuh di atas batuan berongga itu, dan menurut ahli geologi, ini sangat langka,” ujar Fajar.
Ia menambahkan bahwa keberadaan batu tersebut berada di area pesanggrahan Tahura Sultan Adam dan menjadi bagian penting dari kekayaan geologi Kalimantan Selatan.
Batu kulit ular kini diusulkan sebagai salah satu geosite unggulan dalam Geopark Pegunungan Meratus, yang sedang dalam proses pengajuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pelestarian kawasan ini sebagai bagian dari strategi pengembangan geowisata dan edukasi lingkungan.
Tahura Sultan Adam dinilai memiliki potensi besar sebagai laboratorium alam yang menyimpan jejak geologi dunia.
Link:
Instagram : https://www.instagram.com/antaranewsk...
Tik Tok : https://www.tiktok.com/@antaranewskalsel?is_from_webapp=1&sender_device=pc
Facebook Page : https://www.facebook.com/AntaraNewsKa...
X: https://twitter.com/Antara_Kalsel
Website ANTARA Kalsel : https://kalsel.antaranews.com/
