Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) menggelar kompetisi Quarry Life Award (QLA) atau kompetisi ilmiah dan pendidikan fokus pada keanekaragaman hayati, sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkunganyan, yang dirangkai pada peringatan HUT ke-50 Indocement Kompleks Pabrik Citeureup dan Kompleks Pabrik Cirebon.
Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya, mengatakan, hari ini, kita berkumpul bukan hanya untuk merayakan sebuah kegiatan penghargaan, namun untuk menegaskan komitmen bersama—membantu mewujudkan masa depan yang berpihak pada alam.
Baca juga: Indocement's Q2 export sales grows 45.8 percent
"Masa depan yang nature positive bukan sekadar impian, melainkan tujuan yang bisa kita capai melalui langkah nyata: mengurangi jejak karbon, melindungi keanekaragaman hayati, dan membangun kesadaran lingkungan di setiap lapisan masyarakat,” katanya melalui siaran pers, Kamis.
Dikatakan, Quarry Life Award Edisi ke-6 diikuti oleh total 53 proposal dan dibagi menjadi dua kategori yaitu research stream dan community stream.
Setelah masa penjurian terpilih tiga proposal penelitian peringkat teratas untuk masing-masing kategori. Tim kemudian melakukan penelitian di kuari Indocement selama lima bulan dan mempresentasikan hasil final penelitiannya kepada dewan juri.
Dewan juri QLA Edisi ke-6 adalah: • Prof. Dr. Ir. Ani Mardiastuti, M.Sc. (Institut Pertanian Bogor) • Prof. Sudharto P. Hadi, MES., Ph.D. (Universitas Diponegoro) • Dr. Yayan Hendrayana, S.Hut, M.Si. (Universitas Kuningan) • Dr. Gadang Wardhono (Indocement) • Kuky Permana (cement expert) Berikut ini daftar pemenang dari masing-masing stream, yaitu: Research Stream
• Juara 1 - Passive Acoustic Monitoring (PAM) untuk Mendeteksi Keberadaan Spesies Burung Kunci dan Menilai Keanekaragaman Burung di Tambang Citeureup oleh Prof. Ign. Pramana Yuda.
• Juara 2 - Eksplorasi dan Pemanfaatan Mikroorganisme sebagai Aktivator Dekomposisi Sisa Tanaman dari Kawasan Tambang oleh Dr. Nisa Rachmania Mubarik, M.Si.
• Juara 3 - Peranan Seed Ball dan Rhizobium dalam Mempercepat Proses Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang Kapur oleh Irvina Foila Para Martiani, S.Hut., M.Sc.
Community Stream
• Juara 1 - Pendidikan Keanekaragaman Hayati melalui Birdwatching Siswa SMA Negeri Palimanan 1 dan SMA PGRI Palimanan di Kawasan Konservasi Indocement Palimanan, Cirebon oleh Faradlina Mufti
Baca juga: Usia 50 tahun Indocement tetap berkontribusi untuk negeri
• Juara 2 - Read Aloud Buku Bergambar "Kegiatan Pertambangan" dalam Bahasa Inggris untuk Siswa Sekolah Dasar oleh Ayu Ratna Wulansari, S.Pd.
• Juara 3 - Pembudidayaan Tanaman Bernilai Ekonomi dari Hutan Gunung Blindis untuk Meningkatkan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat di Sekitar Tambang oleh Dr.forest. Tedi Yunanto, S.Hut., M.Si.
Juara ke-1 dari setiap kategori mendapatkan hadiah Rp70.000.000, Juara ke-2 mendapatkan Rp35.000.000 dan Juara ke-3 mendapatkan Rp20.000.000. Total hadiah tingkat nasional total mencapai Rp250.000.000. Para pemenang juga berkesempatan untuk mengikuti kompetisi QLA tingkat internasional. Peserta QLA Edisi ke-6 asal Indonesia mencatat partisipasi luar biasa dalam ajang QLA Internasional yaitu 42,4% dari total proposal kompetisi QLA tingkat Internasional.
Apa itu Quarry Life Awards? QLA merupakan sebuah kompetisi ilmiah dan edukatif yang diselenggarakan oleh Heidelberg Materials setiap tiga tahun pada tingkat nasional dan internasional.
Tujuan utama dari kompetisi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan nilai ekologis dari lokasi tambang, mendorong pelestarian keanekaragaman hayati selama dan setelah proses penambangan dan mengembangkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan tambang.
Pada penyelenggaraan tahun ini terdapat dua kategori kompetisi yaitu research stream dan community
stream.
Research stream berfokus pada meningkatkan pengetahuan tentang ekologi spesifik di area tambang dan/atau menghasilkan peningkatan dalam pengelolaan keanekaragaman hayati, lanskap, atau air di lokasi penambangan, sedangkan community stream berfokus kepada proyek-proyek yang membantu perusahaan kami untuk lebih terhubung dengan komunitas serta meningkatkan kesadaran masyarakat luas terhadap keanekaragaman hayati di lokasi penambangan.
Kriteria evaluasi yang digunakan oleh dewan juri untuk research stream seperti metodologi, kelayakan proyek, inovasi dan kreativitas, komunikasi hasil proyek, serta nilai tambah bagi ilmu pengetahuan dan perusahaan sedangkan untuk kriteria evaluasi untuk community stream seperti nilai edukatif dan potensi untuk meningkatkan kesadaran, keterlibatan pemangku kepentingan lokal, nilai tambah bagi komunitas dan lokasi penambangan, serta kelayakan proyek.
Sementara itu, Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.
Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.400 orang.
Baca juga: Indocement catat penjualan semen Q1 2025 sebesar 4.364 ribu ton
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen.
Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo.
Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001.
