Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Industri semen merk "Tiga Roda" PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) melalui entitas anak perusahaan milikinya, PT Pionirbeton Industri (PBI), membentuk usaha patungan (joint venture/JV) bernama PT Mortar Prakarsa Utama (MPU) bersama PT Cipta Mortar Utama (CMU) yang merupakan bagian dari Saint-Gobain Group.
Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, mengatakan, kolaborasi ini akan menciptakan sinergi yang kuat dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar di segmen mortar, sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan produk bahan bangunan yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan bagi pasar Indonesia.
Baca juga: Birdwatching Asal Indonesia Raih Penghargaan Internasional Quarry Life Award di Jerman
"Dengan menggabungkan keunggulan efisiensi produksi serta merek Mortar TR kami yang kuat dengan keunggulan distribusi dan pemasaran CMU, kami siap memberikan solusi yang lebih lengkap bagi pelanggan di seluruh Indonesia,” katanya melalui siaran pers, Selasa.
Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Indocement untuk semakin memperkuat purpose Perseroan untuk menghadirkan Material to Build Our Future (Bahan Bangunan untuk membangun masa depan bangsa).
Sebagai wujud keyakinan Perseroan untuk dapat terus siap memasok kebutuhan konstruksi rumah dan bangunan yang akan terus berkembang di Indonesia pada tahun-tahun mendatang khususnya dalam lini bisnis mortar.
Direktur Utama CMU (Saint-Gobain Indonesia), Ivana Ijaya, juga menambahkan bahwa kemitraan ini menandai langkah strategis bagi Saint-Gobain untuk memperkuat posisinya di pasar Indonesia yang berkembang pesat.
Hal ini sejalan dengan purpose Perusahaan ”Making The World A Better Home” serta upaya untuk memperkuat kehadiran global di segmen bahan kimia konstruksi.
Dikatakan, PBI telah menjual 60% saham dari MPU, lini bisnis Mortar-nya kepada CMU. MPU saat ini memiliki tiga fasilitas produksi yang beroperasi di Citeureup, Jawa Barat serta di Lampung, Sumatra.
Baca juga: Indocement Tarjun receives first shipment of 10 tons RDF from Banjar District
Beberapa produk unggulan MPU antara lain Mortar Skimcoat Putih TR-30, Mortar Abu-abu TR-10, TR-15, dan TR-20.
Perseroan menyakini bahwa usaha patungan dengan CMU (Saint-Gobain) akan dapat memberikan sinergi positif, baik dari sisi kategori produk, pelayanan pelanggan maupun jangkauan distribusi secara geografis bagi bisnis mortar kedua belah pihak.
Sementara itu, Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.
Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 3.700 orang.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen.
Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru,Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001.
Sedangkan Cipta Mortar Utama adalah pemain utama di pasar mortar Indonesia berkat portofolio produk yang lengkap dan jaringan sekitar 29.000 titik penjualan di seluruh negeri.
Baca juga: Indocement sells 14,443 thousand tonnes cement in 9 months of 2025
Usaha patungan yang baru ini akan memanfaatkan kekuatan tersebut, serta keunggulan Indocement sebagai produsen semen terkemuka dengan kehadiran global di Indonesia, untuk mempercepat pertumbuhan bisnis mortar yang menjanjikan di Indonesia.
