Tanah Laut, Kalimantan Selatan (ANTARA) - Bupati Tanah Laut Kalimantan Selatan Rahmat Trianto mengawal percepatan penggarapan cetak sawah rakyat (CSR) secara berkelanjutan agar proyek selesai tepat waktu dan mendukung pencapaian swasembada pangan tanpa penundaan.

Rahmat mengaku telah minta pelaksana cetak sawah rakyat (CSR) di daerah tersebut agar mempercepat konstruksi demi swasembada pangan, tanpa menunda sehingga proyek selesai tepat waktu dan kepercayaan negara tetap terjaga.

Baca juga: Tanah Laut jadi percontohan cetak sawah baru secara modern

"Jangan lagi nunggu ini, nunggu itu, nunggu itu. Bapak-bapak sudah dipercayakan oleh negara. Ini jangan sampai kena azaz kepentingan, azaz karena perkenalan. Jadi, santai-santai, jangan!," kata Rahmat kepada pekerja konstruksi pembukaan lahan CSR di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut, Rabu.

Ia meminta jangan ada alasan menunda pembukaan CSR karena pekerjaan itu harus cepat diselesaikan agar target cetak sawah rakyat dapat tercapai sesuai jadwal pemerintah.

Rahmat mengingatkan reputasi perusahaan pelaksana menjadi tanggung jawab besar dan akan menentukan kepercayaan masyarakat serta masa depan pembangunan pertanian di daerah tersebut.

Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah pusat dan daerah, menjadi kunci utama keberhasilan dalam percepatan pengerjaan cetak sawah rakyat di Kalimantan Selatan.

"Bapak Presiden (Prabowo Subianto) mengajak semua kolaborasi seluruh elemen bangsa," ucap Rahmat.

Ia meminta pelaksana segera mengonsolidasikan komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat sekitar agar pengerjaan lahan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Baca juga: Bupati Tanah Laut gunakan drone tanam padi perdana di Bati-Bati

"Apa yang menjadi permasalahan, segera dikonsolidasikan dengan masyarakatnya. Kita sama-sama bekerja di sini. Untuk apa? Untuk negara," tegasnya.

Bupati Rahmat menegaskan pula tujuan utama pengerjaan cetak sawah rakyat adalah demi kemajuan bangsa dan peningkatan produksi pangan yang berdampak positif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak bekerja sama serius dan bertanggung jawab karena proyek cetak sawah rakyat merupakan bagian dari komitmen menjaga kedaulatan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan, total Program CSR Kementerian Pertanian di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut ditargetkan lebih kurang 4.200 hektare.

"Tapi baru terlaksana sampai hari ini berkontrak itu 3.800 hektare," ucapnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama Kementerian Pertanian telah melakukan penanaman padi secara perdana dan menjadi percontohan dengan memanfaatkan teknologi drone yang dipusatkan di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati,.

Penanaman melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Ujung tersebut ditargetkan mencapai 359 hektare.

Baca juga: Pemkab Tala berkoordinasi jaga kestabilan harga atasi inflasi





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bupati Tanah Laut kawal percepatan penggarapan CSR demi swasembada

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Taufik Ridwan

COPYRIGHT © ANTARA 2026