Martapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan meraih predikat Nindya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono didampingi Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menyerahkan sertifikat tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Banjar Ikhwansyah mewakili Bupati Banjar Saidi Mansyur di Auditorium KH. M. Rasjidi Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat.
Baca juga: Pemkab Banjar kurangi timbunan sampah lewat bank sampah
"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga Kabupaten Banjar mampu meraih predikat KLA kategori Nindya," ujar Ikhwansyah melalui keterangan tertulis Media Center Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar di Martapura, Sabtu.
KLA kategori Nindya merupakan pengakuan atas komitmen dan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa sebagian besar indikator evaluasi KLA yang ditetapkan KemenPPPA telah terpenuhi.
Menurut Ikhwansyah, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi perangkat daerah, lembaga sosial masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas peduli perlindungan anak di Kabupaten Banjar.
Ia menegaskan Pemkab Banjar telah berupaya maksimal memenuhi hak-hak anak melalui lima klaster KLA, meskipun masih ada aspek yang perlu didorong.
Baca juga: DKISP Pemkab Banjar bagikan bendera Merah Putih sambut HUT RI ke-80
"Kami menyadari ada hal-hal yang harus ditingkatkan seperti pemenuhan sarana dan prasarana ramah anak serta perlindungan terhadap anak," ujarnya.
Ikhwansyah berharap raihan predikat Nindya ini menjadi motivasi bersama empat pilar KLA untuk lebih meningkatkan pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak di masa mendatang.
"Kami ingin ke depan Kabupaten Banjar dapat meraih predikat utama, dan yang terpenting manfaat kabupaten layak anak ini benar-benar dirasakan anak-anak secara menyeluruh," katanya.
Pemkab Banjar menegaskan komitmennya secara nyata untuk memenuhi hak-hak anak dan melindungi mereka dari kekerasan serta diskriminasi demi tumbuh kembang yang optimal.
Baca juga: Pemkab Banjar rehabilitasi akses jalan poros menuju Desa Remo
