Rabu, 18 Oktober 2017

Polisi Banjarbaru Bebaskan Peneror Bom Karena Depresi

id bom, teror bom, Gegana Polda Kalsel, Kepolisian Resor Banjarbaru,
Polisi Banjarbaru Bebaskan Peneror Bom Karena Depresi
ilustrasi.(Antaranews Kalsel/Harry Murdi Hermawan)
Banjarbaru,  (Antaranews Kalsel) - Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan membebaskan seorang pria berinisial M yang melakukan teror menaruh benda mirip bom di bundaran Simpang Empat Banjarbaru pada Rabu (2/6).

Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya di Banjarbaru, Kamis mengatakan, pelaku dibebaskan karena mengalami gangguan kejiwaan atau depresi atas masalah pribadinya.

"Pelakunya depresi karena faktor gangguan kejiwaan sehingga kasusnya kami hentikan dan orangnya sudah kami antarkan ke rumah sakit jiwa "Sambang Lihum"," ujarnya.

Ia mengatakan, satu hari setelah kejadian adanya benda mencurigakan mirip bom di bundaran Simpang Empat Banjarbaru berhasil diamankan laki-laki yang membuat benda tersebut.

Disebutkan, pria yang tinggal di wilayah Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru berhasil ditangkap di rumah keluarganya di Kota Kandangan sekitar 60 kilometer dari Banjarbaru.

"Pria bersangkutan diamankan di Kota Kandangan satu hari setelah kejadian dan kami menyita sejumlah barang bukti dari rumahnya di Landasan Ulin diantaranya tulisan tangan ancaman bom," ucapnya.

Dijelaskan, motif yang mendasari aksi teror pria yang ternyata tengah defresi itu karena merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah termasuk kinerja jajaran TNI/Polri.

Dikatakan, barang bukti yang disita yakni satu unit telepon seluler termasuk pesan singkat berisi ancaman bom yang dikirimkan M kepada pusat layanan SMS cepat kepolisian.

"Satu unit telepon seluler milik M kami sita dan setelah dibuka, isinya memang ancaman akan menaruh bom di kawasan bundaran Simpang Empat Banjarbaru dan memang ditaruhnya," kata kapolres.

Menurut dia, ancaman teror bom yang dilakukan M memang sudah diketahui lima hari sebelum kejadian karena bisa dilihat dari pesan singkat yang ditulisnya tertanggal 27 Mei 2017.

"Kami sudah mengetahui adanya ancaman peletakan bom melalui pesan singkat itu dan ternyata lima hari setelah dikirimnya pesan berisi ancaman, benda mirip bom memang ada," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, masyarakat Kota Banjarbaru terutama di kawasan bundaran Simpang Empat geger karena ditemukannya benda berbentuk kotak dibungkus plastik dan kabel mirip bom.

Benda mencurigakan itu akhirnya dimusnahkan personel penjinak bom dari Gegana Polda Kalsel yang isinya kertas kardus dan botol air mineral yang bagian luarnya dililit kabel mirip bom.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga