Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan (OJK Kalsel) Agus Maiyo menyampaikan perkembangan kinerja industri perbankan tetap stabil dan terjaga dari profil risiko.
Pada Maret 2025, Maiyo mengungkapkan pertumbuhan kinerja industri perbankan di Kalsel mencapai 11,38 persen dari tahun ke tahun (yoy) atau Rp314,42 triliun.
"Ini naik dari Februari 2025 yang mencapai 11,13 persen (yoy)," ujar Maiyo di Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa.
Maiyo menuturkan hal ini juga dipengaruhi sektor perkreditan yang terjaga di Kalsel dengan rasio MPL Gross Perkreditan sekitar 2,21 persen pada Maret 2025 atau sama dengan bulan sebelumnya.
MPL Gross Perkreditan merupakan jumlah total kredit yang bermasalah pada suatu lembaga keuangan, termasuk bunga yang belum dibayar dan biaya lainya.
Di tengah perkembangan dan perekonomian global yang sangat cepat, menurut Maiyo, pertumbuhan kredit masih dalam rentang target yang ditetapkan sebesar 9 persen hingga 11 persen.
Berdasarkan jenis penggunaannya, kata dia, perkreditan didominasi kredit produktif hingga 41,4 persen dari total kredit.
"Ini sejalan dengan kredit utama, yakni investasi tumbuh tertinggi sebesar 24,90 persen dengan has pending (investasi yang masih berproses) sekitar Rp19,53 triliun," ucapnya.
Ini diiringi juga, ungkap Maiyo, kredit modal kerja tumbuh sebesar 23,52 persen dengan investasi yang masih berproses (has pending) mencapai Rp28,09 triliun.
Dia juga menyampaikan sektor perbankan yang masih terjaga ini mempengaruhi pula terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalsel.
Karena, ungkap dia, pertumbuhan perekonomian di Kalsel pada kisaran 4,82 (yoy).
"Ini menurut kami masih dilevel terjaga, apalagi konsensus itu berada pada 4,9 persen (yoy)," ujarnya.
