Direktur Bank Sampah Anggrek Tuty Mardiani mengatakan tim penilai juga mendukung produksi sabun eco enzym yang memanfaatkan sampah organik.
"Daam penilaian tim juga mempertanyakan proses produksi sabun eco enzyme yang kita buat," jelas Tuty di Tabalong, Minggu.
Selanjutnya tim mengusulkan produksi eco enzym bank sampah Anggrek perlu mendapat dukungan pihak ketiga melalui program CSR.
Penilaian penghargaan Satu Wasaka Award ini mencakup bidang pengelolaan lingkungan terkait penanganan sanitasi, air bersih dan air limbah.
Bank Sampah Anggrek sendiri dibentuk sejak 2016 dan merupakan bank sampah terbaik kedua dalam hal pengelolaan sampah di 'Bumi Saraba Kawa' ini.
Bank sampah kini bekerjasama dengan pihak pengumpul KBH Permata selaku bank sampah induk untuk menjual sampah yang sudah dipilah.
Sebelumnya bank sampah binaan Yayasan Adaro Bangun Negeri ini mengikuti penilaian penghargaan Sasangga Banua tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026