“Diharapkan dengan adanya kolaborasi ini dapat semakin menguatkan optimalisasi penyediaan, penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga intervensi dan perencanaan pembangunan di desa/kelurahan semakin tepat sasaran,” ucap Ramlan.
Menurut Ramlan, Kolaborasi Rumah Data Kependudukan dan Desa Cinta Statistik akan semakin kuat dengan dukungan program Smart Village dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel.
Sebab ketiga program itu saling berkaitan dan saling mendukung, Desa Cinta Statistik untuk meningkatkan literasi dan peran aktif perangkat desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik desa.
Baca juga: DPRD Bartim Study Banding Penanganan Stunting ke BKKBN Kalsel.
Sedangkan Rumah Data Kependudukan sebagai wahana penyediaan data-data lintas sektor yang akurat dan terpercaya untuk mendukung perencanaan pembangunan di desa, sementara itu, Smart Village sebagai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pelaksanaan berbagai sektor di desa.
Dengan mengintegrasikan ketiga program itu, kedepannya dapat memperkuat basis data kependudukan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang statistik serta pengoptimalan penggunaan teknologi untuk membantu mempercepat pembangunan di desa.

Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Kalimantan Selatan Martin Wibisono bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel H Ramlan saat menandatangani nota kesepahaman atau "Memorandum of Understanding" (MoU) terkait pengembangan program "Desa Cinta Statistik" (Desa Cantik) dan rumah data kependudukan di Kampung Keluarga Berkualitas, Banjarmasin, Senin (3/4/2023). (ANTARA/Latif Thohir)
Pewarta: Latif ThohirEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026