Sebanyak tujuh orang selama dua pekan meninggal, ternyata setelah dicek dari ketujuh orang ini, empat diantaranya belum vaksinasi sama sekali,Pelaihari (ANTARA) - Bupati Tanah Laut HM Sukamta mengungkapkan pasien meninggal sebagian besar adalah pasien yang belum melakukan vaksinasi.
"Sebanyak tujuh orang selama dua pekan meninggal, ternyata setelah dicek dari ketujuh orang ini, empat diantaranya belum vaksinasi sama sekali, dua orang belum vaksinasi lengkap dan satu orang karena komorbid.
Dari sini kita bisa lihat usaha vaksinasi kita lakukan cukup efektif untuk menahan tingkat kesakitan dan keparahan disebabkan COVID-19,” kata bupati, saat memimpin Rapat Koordinasi Camat di Kawasan Objek Wisata Pantai Turki Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Selasa (1/3).
Untuk itu, bupati mendorong kepada para camat untuk melakukan percepatan vaksinasi di masyarakat dengan melibatkan para kepala desa.
Dia juga menambahkan, pemerintah desa dapat menggunakan delapan persen dari dana desa untuk melakukan pencegahan COVID-19 di desanya.
“Kita masih perlu melakukan percepatan vaksinasi di masyarakat, saya minta kepada para camat untuk terus berkonsolidasi dengan Forkopimcam dan para kepala desa untuk mengejar sisa target sasaran vaksinasi kita,”pintanya.
Peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada beberapa pekan terakhir, jelas bupati, masih belum maksimal dalam capaian vaksinasi.
Menanggapi hal itu, sebut Sukamta, Pemkab Tanah Laut telah mengeluarkan Instruksi Bupati Tanah Laut Nomor : 2 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pelayanan Publik Tertentu pada Masa Pandemi COVID-19 di Kabupaten Tanah Laut.
Instruksi tersebut, papar dia, untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melaksanakan tugas pelayanan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan hanya memberikan pelayanan kepada yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan dibuktikan sertifikat vaksinasi.
"Syarat vaksinasi dikecualikan bagi yang tidak menerima vaksin dikarenakan alasan kesehatan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari petugas kesehatan yang berwenang," tandasnya.
Pewarta: AriantoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026