Salah satu faktor utama penurunan dipengaruhi dampak pandemi COVID-19 pada 2020–2021 yang masih menyisakan efek terhadap perilaku masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan
Rantau (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mencatat cakupan imunisasi mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, dari 98 persen pada 2023 menjadi 78 persen pada 2025.
Kepala Dinkes Tapin Noor Ifansyah mengatakan, tren penurunan terjadi secara bertahap, yakni dari 98 persen pada 2023, turun menjadi 84,4 persen pada 2024, lalu kembali menurun menjadi 78 persen pada 2025.
"Salah satu faktor utama penurunan dipengaruhi dampak pandemi COVID-19 pada 2020–2021 yang masih menyisakan efek terhadap perilaku masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan," ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Ia menyebutkan, Pandemi COVID-19 menyebabkan masyarakat takut ke fasilitas kesehatan, sehingga berdampak pada layanan imunisasi.
Selain itu, kata dia, beredarnya informasi yang tidak benar terkait imunisasi turut memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat.
Ifansyah menambahkan, Isu mengenai kehalalan vaksin hingga anggapan imunisasi dapat menyebabkan anak sakit menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan.
“Informasi yang tidak benar ini cukup memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi,” tambahnya.
Baca juga: Pemkab Tapin aktifkan kembali operasional TPA Hatiwin
Menurut Ifansyah, kondisi penurunan tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi apabila tidak segera diatasi.
Sebagai langkah respons, ucap Ifansyah, Dinkes Tapin akan menggulirkan program Kecamatan Peduli Imunisasi yang menyasar anak usia nol bulan hingga siswa kelas V sekolah dasar atau sederajat.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.