Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Penjabat Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Martinus menegaskan, pancasila tidak bisa ditawar sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bagi bangsa Indonesia.
"Pancasila sebagai ideologi negara tidak bisa ditawar-tawar dan harus dipertahankan sampai kapanpun," ujar dia usai menjadi irup Hari Kesaktian Pancasila di Banjarbaru, Kamis.
Ia mengatakan, lima sila yang termaktub dalam Pancasila sudah mencakup nilai-nilai luhur kehidupan bagi masyarakat dan menjadi tatanan hidup bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, pihak mana pun yang berupaya merubah ideologi bangsa harus dicegah sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara tetap rukun, damai dan sejahtera.
"Seluruh nilai-nilai Pancasila sudah sesuai kehidupan masyarakat karena mengatur ketuhanan, menjaga persatuan, keterwakilan masyarakat hingga keadilan," ujarnya.
Ditekankan, keadilan dimaksud termasuk diantaranya pembangunan yang merata bagi seluruh rakyat dan menjadi kewajiban negara dalam mewujudkannya.
"Pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata sehingga seluruh lapisan masyarakat menikmatinya," ujar Kepala Dinas PU Kalsel itu.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru AR Iwansyah, makna mendalam dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah semangat kebersamaan.
"Berkat semangat kebersamaan itu, pancasila sebagai dasar negara bisa bertahan dari rongrongan pihak yang ingin menghancurkannya," ujar Ketua FKPPI Kalsel itu.
Ditambahkan, nilai-nilai pancasila harus terus diajarkan di seluruh sendi kehidupan sehingga semangat dalam menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara terus terwujud.
"Makanya, diperlukan kebulatan tekad dalam rangka mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sehingga tetap utuh sebagai ideologi dan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.
