Dalam menempatkan pegawai saya melihat dari kinerja serta kepekaan kalian sendiri. Untuk itu jangan berprasangka yang macam-macam serta berkomentar itu dan ini,
Marabahan (ANTARA) - Bupati Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani AS kembali melantik dan mengambil sumpah 111 pejabat lingkup Pemkab Batola, di Aula Selidah Kantor Bupati Batola, Selasa (14/9). 

Ke-111 pejabat  dilantik dan diambil sumpah tersebut terdiri empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), 21 Pejabat Administrator (Eselon III), 82 Pejabat Pengawas serta empat Pejabat Administrator dan Pengawas Disdukcapil.

Prosesi pelantikan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) H Zulkipli Yadi Noor dan Kepala Bapegdiklat HA Mawarni itu diawali pembacaan surat keputusan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara sumpah dari tiga perwakilan pejabat di hadapan bupati dengan disaksikan Kepala Bapegdiklat HA Mawarni dan Dinas Perpustarda Siti Aminah.

Khusus Pejabat Tinggi Pratama dilantik dan diambil sumpah terdiri dari Nor Ipani menempati Kepala Dinas Perhubungan Batola, Suyud Sugiono dipercaya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rusmadi sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Muhammad Anjar Wijaya sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan. 

Di kesempatan pengambilan sumpah dan pelantikan itu juga dilaksanakan penyerahan SK Kenaikan Pangkat golongan V/c ke atas untuk empat pejabat mulai dari Sekda Batola H Zulkipli Yadi Noor dengan pangkat/golongan ruang Pembina Utama Madya IV/d, Siti Aminah dengan pangkat/golongan ruang baru Pembina Utama Muda IV/c, Mochammad Azis pangkat/golongan ruang baru Pembina Utama Muda IV/c dan Sri Saabany Ulfah  pengkat/golongan ruang baru Pembina.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat di setiap instansi pemerintah sudah merupakan prasyarat sebuah organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan yang merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai. 

Mengingat, sebutnya, pengembangan karier pegawai tidak semata-mata dilakukan untuk kepentingan pegawai,  melainkan lebih diutamakan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan publik agar tetap berjalan dengan baik, terutama dalam kaitan kegiatan prioritas pembangunan. 

“Dalam menempatkan pegawai saya melihat dari kinerja serta kepekaan kalian sendiri. Untuk itu jangan berprasangka yang macam-macam serta berkomentar itu dan ini,” paparnya.

Dia  meminta, kepada pegawai menunjukan kemampuan jika ingin dipercaya. 

Mengingat, lanjutnya, dalam menentukan kepercayaan terhadap pegawai, selain bisa dari pertimbangan laporan pimpinan juga dilihat dari hasil kemampuan serta kinerja.

Wanita pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Kalsel menyarankan, dalam bekerja ASN hendaknya menanamkan sikap tulus ikhlas agar kinerja yang dihasilkan bisa maksimal yang bisa menjadi pertimbangan pimpinan dalam memberikan kepercayaan. 

Sementara itu, Sekdakab Batola H Zulkipli Yadi Noor  mengajak,  pejabat yang dilantik dan diambil sumpah untuk bersyukur. 

Mengingat, sebut dia,  bupati dalam menempatkan pejabat didasari atas pertimbangan kemampuan dan kinerja tanpa didasari embel-embel pungutan sebagaimana yang sering terjadi di daerah lain. 

Untuk itu, ajak Sekda yang akrap disapa pak Zul ini, dalam merespon kepercayaan yang diberikan bupati, maka sudah sepatutnya disikapi dengan kinerja terutama dalam upaya mewujudkan visi misi yang diharapkan pimpinan. 

Sekda mengutarakan, masa jabatan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS dan Wabup H Rahmadian Noor hanya menyisakan waktu lebih dari setahun. 

Di sisa waktu itu, jelasnya, bupati mengharapkan target-target yang diletakan bisa tercapai. 

Sehubungan dengan itu, Zul mengharapkan semua ASN, khususnya para pejabat yang diberi kepercayaan, bisa menterjemahkan harapan bupati dalam mewujudkan visi misi dari bupati.

Pewarta: Arianto
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026