Tidak akan terjadi apabila ayat-ayat suci Al Quran dipahami dan ditafsirkan dengan benar. Disinilah sesungguhnya prestasi yang harus kita buktikan,"
Banjarmasin (ANTARA) - Pj. Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menghidupkan budaya Maghrib mengaji sebagai upaya pembentukan moral generasi muda.

Menurut Safrizal di Banjarmasin, Ahad, Al-Quran merupakan sumber utama dalam pembentukan moral yang baik, dan induk segala ilmu pengetahuan.

Salah satunya untuk makin membumikan Al Quran adalah dengan terus menghidupkan Maghrib mengaji.

Marilah kita hidupkan kembali Maghrib Mengaji yang di masa-masa lalu, begitu bergema di berbagai rumah-rumah umat Muslim, di Kalimantan Selatan," katanya

Terkait telah berakhirnya pelaksanaan perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 33 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tanah Bumbu, menurut dia, berlangsung sukses meski digelar melalui virtual.

Pada penutupan MTQ, Safrizal didampingi Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar, Ketua LPTQ Kalsel, Roy Rizali Anwar masing masing beserta istri dan panitia mengungkapkan syukur dan apresiasi atas kesuksesan MTQ.

Dari MTQ di Bumi Bersujud Tanah Bumbu itu, Kota Banjarmasin, berhasil meraih predikat juara umum.

Penutupan MTQ Tingkat Provinsi Masjid Al-Falah, Jalan Raya Kodeco, Batulicin, Tanah Bumbu, kemarin berlangsung dengan penuh khidmat.

Safrizal mengatakan, selama MTQ ini berlangsung, wilayah Kalsel terasa damai dan sejuk karena pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, meskipun diikuti dengan cara virtual.

"Suasana hangat lantunan ayat-ayat suci Al Quran dalam arena MTQ ini, hendaknya lebih menyadarkan kita semua, bahwa Al Quran adalah bacaan paling utama yang harus dibaca oleh setiap Muslim, sebelum membaca bacaan yang lainnya," katanya.

Ia menyampaikan, Al Quran adalah rujukan terbaik dalam menyelesaikan permasalahan apapun, penyimpangan aqidah atau keyakinan umat islam.

"Tidak akan terjadi apabila ayat-ayat suci Al Quran dipahami dan ditafsirkan dengan benar. Disinilah sesungguhnya prestasi yang harus kita buktikan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Safrizal juga mengucapkan selamat dan sukses bagi tuan rumah pelaksana MTQ ke XXXIII serta menyampaikan kepada pemenang dalam MTQ ini akan mewakili Kalsel di tingkat nasional dan terus diberikan dukungan.

Bagi peserta yang masih belum berprestasi juga harus tetap bersemangat dan terus berlatih, karena masih banyak kesempatan untuk mencapai prestasi yang lebih baik pada masa yang akan datang.

"Mudah-mudahan, tujuan dan harapan penyelenggaraan MTQ kali ini tercapai sesuai dengan keinginan kita semua, khususnya keinginan kita untuk membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, serta tujuan kita untuk mendapatkan peserta terbaik yang dapat mengharumkan nama daerah kita pada MTQ Nasional yang akan datang," ucapnya.

Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Zairullah Azhar mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan kehormatan menjadikan Tanah Bumbu sebagai tuan rumah MTQ ke XXXIII Tingkat Provinsi Kalsel.

"Pelaksanaan MTQ ini dipercayakan kepada Tanah Bumbu pada waktu ini memang diketahui dan diputuskan pelaksanaannya berubah menjadi virtual. Oleh karena itu izinkan kami rasa hormat dan penghargaan kepada seluruh yang terlibat dan terkait pada kegiatan ini termasuk seluruh kafilah yang mengikuti," katanya.

Ia menyampaikan, penutupan MTQ ini adalah awal perjuangan ke masa depan, karena menurutnya dengan motto bersujud milik Tanah Bumbu dan dengan landasan Al-Quran Pemerintah Kabupaten akan membangun 149 rumah Tahfidz Al-Quran.

"Mudah-mudahan niat dan cita-cita kami menjadikan Tanah Bumbu sebagai Serambi Madinah," ujarnya.

Adapun juara umum pada MTQ ke XXXIII Provinsi Kalimantan Selatan diperoleh oleh Kota Banjarmasin yang berhasil mempertahankan gelar juara umum dan berhak menerima tropi bergilir, serta masing-masing juara 1 di tiap kategori lomba mendapat paket umroh senilai Rp35 juta.*

Pewarta: Latif Thohir
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026