Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Erna Lisa Halaby memimpin inspeksi mendadak ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait antrian kendaraan.

Sidak dilakukan wali kota bersama Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda sejumlah titik di antaranya antrean di SPBU AKR Jalan Trikora, SPBU Simpang LIK Liang Anggang, hingga SPBU KM 19, Selasa.

"Kami bersama Kapolres terjun turun ke lapangan untuk memonitoring dan menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai pemicu terjadinya antrean panjang di SPBU sehingga cukup mengganggu," ujar Lisa di sela sidak.

Wali Kota menegaskan, pemerintah kota hadir untuk memastikan kondisi distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak tetap aman sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Baca juga: Banjarbaru perkuat gaya hidup sehat melalui program olahraga padel

Lisa menekankan, ketersediaan BBM untuk wilayah Banjarbaru masih aman sehingga masyarakat diimbau tidak panik hingga bmelakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu terjadinya keresahan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan pembelian BBM berlebihan karena pemerintah juga sudah menjamin ketersediaan BBM aman secara nasional sehingga tidak perlu panik," pesannya.

Sementara, Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menegaskan telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengantisipasi adanya penyelewengan maupun pelanggaran dalam distribusi BBM.

"Kami sudah membentuk satuan tugas yang diperkuat sejumlah personel dari satuan fungsi untuk mengantisipasi penyelewengan, atau pelanggaran, atau pidana. Jika terbukti, tentu kami tindak tegas," ucap Pius.

Baca juga: Wali Kota Lisa Halaby motivasi kafilah Banjarbaru berlaga di MTQ Kalsel

Dikatakan, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar tetap menjalankan operasional sesuai standar prosedur dan aturan yang berlaku sehingga tidak memicu terjadinya antrian panjang.

Menurut dia, hingga saat ini belum ditemukan unsur pidana dalam hasil pemantauan di lapangan. Beberapa temuan yang ada masih bersifat administratif dan telah diberikan imbauan.

"Sementara masih belum ada temuan, khususnya pidana. Situasi juga sudah bisa normal kembali di SPBU yang sempat terjadi antrian. Kendaraan yang memicu kepadatan arus lalu lintas diatur petugas," katanya.

Ditambahkan Kapolres, pihaknya telah menurunkan personel gabungan dari Polsek, Satlantas, Satpol PP, hingga Unit Sabhara yang terus disiagakan di titik rawan antrian menjaga ketertiban dan kelancaran arus kendaraan.

 

 



Pewarta: Yose Rizal
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026