Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan (Kalsel) segera melakukan sensus ternak sapi dan kerbau untuk memastikan stok daging di daerah ini.


Kepala BPS Kalsel Bambang Purnomo, di Banjarmasin Selasa mengatakan sensus yang bakal dilaksanaka Juni 2011 secara serentak di seluruh daerah tersebut juga untuk memetakan potensi peternakan yang mungkin masih bisa dikembangkan.

"Pola sensusnya sama dengan sensus penduduk, bedanya kalau sensus penduduk ditanya orangnya langsung, sedangkan sensus ternak bakal ditanya petaninya," katanya.

Menurut dia, sensus tersebut dilakukan atas permintaan dari Dirjen Peternakan yang ingin melakukan validasi data sensus sebelumnya yang dilakukan pada 2003.

Bambang membantah bahwa program sensus ternak tersebut berbenturan dengan tugas dan kewenangan dinas peternakan di masing-masing daerah, yang juga telah memiliki data lengkap tentang potensi peternakan.

"Sensus ini bekerjasama dengan peternakan, jadi tidak mungkin ada tumpang tindih tugas," katanya.

Menurut Bambang, selama ini memang data jumlah ternak sudah ada, namun dinilai belum maksimal, sehingga perlu dilakukan pendataan lebih detail lagi untuk mengetahui gambaran pasti potensi ternak nasional.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melakukan berbagai persiapan antara lain penerimaan petugas pencacah, pelatihan dan beberapa hal lainnya sebelum sensus tersebut dilaksanakan.

Guna membantu kelancaran sensus, tambah dia, BPS akan kembali merekrut tenaga sensus sekitar 2.000 orang atau jauh lebih sedikit dibanding sensus jiwa yang mencapai 8 ribu orang.

"Petugas yang direkrut diutamakan telah berpengalaman, jadi tidak akan susah lagi mendidik," katanya.

Selain itu, kata dia, penerimaan petugas sensus akan dilakukan di masing-masing daerah, karena daerah lebih tahu orang-orang yang memahami tentang peternakan.

Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan Kalsel Maskamian Anjam menyebutkan, Kalsel  memiliki potensi cukup besar untuk pembangunan peternakan sapi, kerbau, kambing maupun ternak unggas seperti ayam ras pedaging maupun petelur, itik dan ayam kampung.

Dengan potensi seperti itu, daerah kaya sumber daya alam ini berkeinginan meningkatkan populasi ternak sapi dari 193.927 ekor pada 2009 menjadi 226.515 ekor pada tahun 2010.

Selain itu kambing sebanyak 124.170 ekor, unggas  48 juta ekor dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki tetap mempertimbangkan kelestarian lingkungan.(B)




 


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026