Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, membangun kawasan pengembalaan untuk mengatasi penurunan jumlah kerbau rawa di daerah tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan HSS, Saidinoor di Kandangan, Ibu Kota HSS, mengatakan penetapan kawasan itu berdasarkan Surat Keputusan Bupati.
"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Bupati telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 191 Tahun 2011 tentang Penetapan Kawasan Pengembalaan Kerbau Rawa," ujarnya.
Berdasarkan hasil sensus dilakukan oleh Badan Pusat Statistik setempat diketahui saat ini jumlah kerbau rawa di kabupaten itu turun drastis tinggal 1.190 ekor dari jumlah awal 3.250 ekor.
Ia mengatakan, melalui upaya pembentukan kawasan pengembalaan tersebut dapat kembali meningkatkan jumlah populasi kerbau rawa.
"Berdasarkan estimasi, untuk satu ekor kerbau rawa harus tersedia lahan penggembalaan seluas dua hektare," katanya.
Luasan lahan dua hektare tersebut harus dapat bertahan selama empat hingga enam tahun sebagai persediaan pakan ternak.
Berdasarkan jumlah populasi kerbau rawa saat ini 1.190 ekor, maka harus disediakan kawasan pengembalaan seluas 2.380 hektare.
Untuk saat ini, lahan penggembalaan yang telah di bangun seluas 1.011 hektare di Kecamatan Daha Barat dan 317 hektare di Daha Utara.
Dalam 2011 telah direncanakan perluasan kawasan penggembalaan di Kecamatan Daha Utara seluas 2.000 hektare.
"Penurunan populasi yang terjadi salah satunya disebabkan oleh penyempitan lahan gembalaan dimiliki oleh peternak dan berkurangnya pakan yang biasa di konsumsi kerbau rawa," tambahnya.
Selain itu, faktor kejenuhan pada peternak yang disebabkan oleh turunnya daya jual kerbau rawa juga turut mempengaruhi penurunan populasi yang ada.
Dalam beberapa tahun belakangan ini berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan setempat tercatat sebanyak lima kelompok peternak kerbau rawa tidak lagi membudidayakan ternak tersebut.
Selain pembangunan kawasan pengembalaan, petugas Bidang Pengembangan Peternakan juga aktif melakukan pedekatan dan sosialiasasi kepada para peternak guna mencari solusi agar pengembangan ternak tersebut dapat dilakukan.
Melalui upaya-upaya yang telah dilakukan, diyakini jumlah populasi kerbau rawa akan dapat dipertahankan dan kedepannya akan terus berkembang, demikian Saidinoor./adi*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.