Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menggelar program penyelamatan sapi betina produktif dalam rangka meningkatkan produktivitas dan reproduksi sapi ternak.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Tabalong Saleh di Tanjung, Minggu mengatakan, di Kalimantan Selatan ada tiga kabupaten yang melaksanakan program ini yakni Tabalong, Tanah Bumbu dan Kota Baru.
"Untuk Tabalong, program penyelamatan sapi betina produktif dilaksanakan di Desa Hayub, Kecamatan Haruai dan Desa Jaro, Kecamatan Jaro," ujarnya.
Di Kecamatan Haruai, program itu diberikan kepada kelompok ternak Ulo Rejo Desa Hayub dengan alokasi bantuan sekitar Rp500 juta yang digunakan untuk pengadaan sapi betina produktif.
Sedangkan di Kecamatan Jaro, dilakukan pemberian insentif kepada kelompok ternak Lembu Sejati dan Sumber Rezeki masing-masing Rp200 juta.
Guna memperluas sasaran penerima manfaat, sapi betina produktif yang diterima kelompok ternak harus dikembangkan secara berkelanjutan.
"Para peternak yang menjadi sasaran program harus bisa mengembangkan sapi betina produktif secara berkelanjutan sehingga menghasilkan keturunan," jelas Saleh.
Saleh berharap populasi sapi di Tabalong bisa meningkat, salah satunya mengupayakan pengurangan pemotongan sapi betina produktif atau yang bunting.
Upaya lain juga dilakukan Distanakkan yakni melakukan bimbingan atau sosialisasi kepada peternak sapi terkait pentingnya sapi betina yang masih produktif dalam usaha peternakan.
Sementara itu berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Tabalong, populasi sapi potong di Bumi Saraba Kawa itu mencapai 5.598 ekor.(Mia/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.