Pemeritah segera menggratiskan biaya melahirkan bagi ibu yang proses kelahirannya ditangani oleh tim medis di rumah sakit maupun puskesmas pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kalimantan Selatan Chamnah Wahyuni usai dilantik oleh Gubernur Kalsel Rudy Ariffin di Aula Abdi Persada Banjarmasin, Rabu (23/2).

Chamnah sebelumnya menjabat Kepala Sub Direktorat Kesehatan Seksual dan Pencegahan Kanker Alat Produksi BKKBN Pusat mengatakan, program tersebut juga akan segera diberlakukan di Kalsel.

"Seharusnya program melahirkan gratis tersebut juga sudah dilaksanakan di Kalsel, namun akan kita koordinasikan dulu begitu saya mulai bertugas," katanya.

Program melahirkan gratis tersebut, kata dia, sebagai upaya pemerintah menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi tingkat nasional yang masih cukup tinggi.

Angka kematian ibu kini sebanyak 338/100.000 penduduk dan akan ditargetkan turun menjadi 224/100.000 penduduk.

Sedangkan kematian bayi sebanyak 34/10 ribu kelahiran bayi dan akan diturunkan menjadi 15/10 ribu kelahiran bayi.

Diharapkan dengan adanya program melahirkan gratis tersebut, masyarakat bersedia melahirkan di rumah sakit pemerintah dengan pertolongan tim medis yang berpengalaman.

Sebab kata dia, salah satu penyebab masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia karena kelahiran ditangani oleh dukun kampung.

Pada tahap awal, kata dia, program melahirkan gratis tersebut tidak dibatasi hingga anak keberapa.

"Mau anak pertama hingga ke lima juga akan dilayani gratis asalkan di rumah sakit pemerintah," katanya.

Selanjutnya, kata dia, pada tahun berikutnya baru akan ada pembatasan hingga anak kedua yang gratis.

Sedangkan khusus Kalsel, untuk mengurangi kematian ibu dan bayi telah digalakkan anara lain menempatkan bidan desa hingga pelosok.

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin berkomitmen agar seluruh desa di Kalsel memiliki bidan desa.

Memenuhi kebutuhan bidan tersebut, Pemprov Kalsel bahkan terpaksa berburu hingga ke luar daerah seperti Yogyakarta.

Selain itu juga meningkatkan program pendidikan kebidanan di Pemprov Kalsel./B*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026