Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengingatkan calon anggota legislatif (caleg), terutama dari partai politik (parpol) tersebut, jangan banyak membuat janji.
"Karena masyarakat Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan sudah bosan dengan janji-janji dari politisi," tandasnya saat melakukan safari dan silaturrahim dengan tokoh banua Kalsel, di Banjarmasin, Minggu.
Namun yang tak kalah pentingnya, pesan Presiden PKS yang juga seorang ustadz itu, menjaga dan memperbanyak silaturahim kepada masyarakat, seperti turun langsung dan bekerja nyata.
Ia mengatakan, dunia politik di Indonesia semakin panas menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, yang tinggal beberapa bulan atau tidak sampai satu tahun lagi.
Menghadapi suhu politik yang makin panas dan keras, menurut dia, bagi kader PKS cukup dengan pikiran ringan.
"Seperti kader PKS di Kalsel juga tidak terlalu rumit menghadapi suhu politik yang semakin panas, karena intinya ada pada kerja keras dalam situasi yang kerasi ini secara langsung bukan dengan janji," ujarnya.
"Kita harus terus bekerja, walau badai menerpa tak masalah. Badai jangan dilawan, namun saat badai mari naikkan doa kepada Allah SWT, sebagai sumber segala kekuatan yang tak terkalahkan," demikian Anis Matta.
Sebelumnya Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel Ibnu Sina, menerangkan kedatangan presiden parpolnya merupakan bagian dari konsolidasi kader atau kepartaian menghadapi Pemilu 2014.
Selain itu, untuk bersilaturahim dengan tokoh masyarakat, ulama dan kiai di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel, guna mendapatkan petuah atau wejangan, yang pada gilirannya sebagai masukan untuk perbaikan PKS ke depan.
Oleh sebab itu, dalam kesempatan Presiden PKS ke Kalsel selama sekitar 30 jam, antara lain dijadwalkan mengunjungi Kota Martapura, ibu kota Kabupaten Banjar, untuk bersilaturahim dengan ulama dan kiai.
"Karena `kota intan` Martapura selain mudah terjangkau dalam kunjungan singkat Presiden PKS, juga di kota yang mendapat julukan serambi Mekkah Kalsel itu terdapat pula sejumlah ulama dan kiai, serta pondok pesantren," demikian Ibnu Sina.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.