"Dengan ditinggalkan H. Muhidin sebagai Ketua DPW PBR Kalsel, kami dari beberapa orang teman yang merupakan kader partai akan terus berupaya mempertahankan eksistensi PBR di provinsi ini," ujar pengurus DPW PBR Kalsel Riduansyah, di Banjarmasin, Jumat.
Ia mengaku, sejak kepengurusan partai tidak lagi dipegang Muhidin yang kini menjadi Wali Kota Banjarmasin beban tanggung jawab untuk mempertahankan dan memperbesar PBR di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel bisa tambah berat terutama dari segi finansial atau materiil.
Karena kemampuan finansial atau materiil untuk membiayai partai oleh kader PBR Kalsel yang lain tidak sehebat Muhidin yang sejak 12 Agustus 2010 menjadi Wali Kota Banjarmasin, ungkap Ketua Fraksi PBR DPRD Kalsel itu.
Namun secara spiritual, keilmuan dan kemampuan dalam memimpin organisasi atau partai, PBR Kalsel juga banyak memiliki kader, lanjutnya menanggapi informasi bakal hengkangnya Muhidin ke salah satu partai politik.
Dia mengungkapkan, telah menerima informasi untuk Ketua DPW PBR Kalsel akan ada pejabat pengganti dari fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai yaitu H. Odeles.
"Pejabat Ketua DPW PBR Kalsel itu nanti yang bertanggung jawab atas kendali organisasi partai termasuk mempersiapkan Musyawarah Wilayah (Muswil). Untuk pelaksanaan Muswil sendiri sudah barang tentu bekerja sama dengan kader/fungsionaris partai di Kalsel," katanya.
Mengenai bakal calon Ketua DPW PBR Kalsel mendatang, dinyatakan, untuk sementara ada tiga nama yang berpeluang sebagai pengganti Muhidin.
Ketiga orang tersebut selain dirinya sendiri juga H. Asmara Yanto dan H. Riduan Masykur yang kini sama-sama sebagai anggota DPRD Kalsel.
Menurut informasi dan pemberitaan dimedia massa lokal, Wali Kota Banjarmasin Muhidin akan menjadi Ketua DPW PAN Kalsel menggantikan mantan Wali Kota Banjarmasin (2005 - 2010) H.A Yudhi Wahyuni.(shn/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.