• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kalsel
Sabtu, 14 Maret 2026
Antara News kalsel
Antara News kalsel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Pariwisata & Lingkungan Hidup
    • Kelompok konservasi lepas 90 tukik untuk menjaga habitat penyu di Aceh

      Kelompok konservasi lepas 90 tukik untuk menjaga habitat penyu di Aceh

      Sabtu, 31 Januari 2026 21:13

      ULM dan Kemenhut bahas upaya rehabilitasi kawasan mangrove Tanbu

      ULM dan Kemenhut bahas upaya rehabilitasi kawasan mangrove Tanbu

      Kamis, 15 Januari 2026 22:41

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Kamis, 18 Desember 2025 16:50

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Minggu, 14 Desember 2025 11:49

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Senin, 1 Desember 2025 15:03

  • Nasional
    • Emas Antam turun Rp24.000 ke Rp2,997 juta/gr

      Emas Antam turun Rp24.000 ke Rp2,997 juta/gr

      Sabtu, 14 Maret 2026 13:10

      Rudal Iran hantam diduga markas komandan AS dan Israel

      Rudal Iran hantam diduga markas komandan AS dan Israel

      Sabtu, 14 Maret 2026 12:54

      RI tak impor produk BBM dari Timur Tengah

      RI tak impor produk BBM dari Timur Tengah

      Jumat, 13 Maret 2026 23:00

      Prabowo dorong penghematan BBM dan WFH

      Prabowo dorong penghematan BBM dan WFH

      Jumat, 13 Maret 2026 22:06

      Emas Antam Jumat turun Rp21.000 ke Rp3,021 juta/gr

      Emas Antam Jumat turun Rp21.000 ke Rp3,021 juta/gr

      Jumat, 13 Maret 2026 13:33

  • Seputar Kalsel
    • Pemprov Kalsel
    • Kotabaru
    • DPRD Kotabaru
    • Tanah Bumbu
    • Hulu Sungai Utara
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Balangan
    • Tanah Laut
    • Yayasan Amanah Bangun Negeri
    • Banjarbaru
    • DPRD Kalsel
    • Tapin
    • Barito Kuala
    • DPRD Balangan
    • Banjar
    • Banjarmasin
    • Tabalong
    • Umum
    • Olahraga
      • IBL 2026 - RANS atasi perlawanan Satya Wacana 93-67

        IBL 2026 - RANS atasi perlawanan Satya Wacana 93-67

        Jumat, 13 Maret 2026 23:24

        Super League  - Persis keluar zona degradasi, menang 3-0 atas Bali United

        Super League - Persis keluar zona degradasi, menang 3-0 atas Bali United

        Jumat, 13 Maret 2026 13:50

        IBL 2026 - Pacific kalahkan Hawks 102-96

        IBL 2026 - Pacific kalahkan Hawks 102-96

        Kamis, 12 Maret 2026 0:03

        IBL 2026 - Rajawali Medan mati kutu lawan Pelita Jaya

        IBL 2026 - Rajawali Medan mati kutu lawan Pelita Jaya

        Rabu, 11 Maret 2026 23:43

        Super League - Persijap keluar zona degradasi usai imbang 2-2 lawan PSIM

        Super League - Persijap keluar zona degradasi usai imbang 2-2 lawan PSIM

        Rabu, 11 Maret 2026 23:31

    • Pendidikan
        • Berita ULM
        • POLIBAN BANJARMASIN
        ULM edukasi warga Desa Benua Raya agar rumah sehat bebas nyamuk

        ULM edukasi warga Desa Benua Raya agar rumah sehat bebas nyamuk

        Kamis, 12 Maret 2026 13:48

        Polda Kalsel kolaborasi ULM dirikan Pusat Studi Kepolisian

        Polda Kalsel kolaborasi ULM dirikan Pusat Studi Kepolisian

        Rabu, 11 Maret 2026 23:35

        ULM-Pemkab Kotabaru sepakat pembangunan berkelanjutan ekonomi hijau

        ULM-Pemkab Kotabaru sepakat pembangunan berkelanjutan ekonomi hijau

        Selasa, 10 Maret 2026 18:50

        ULM dan Pemkab Kotabaru sepakat pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau

        ULM dan Pemkab Kotabaru sepakat pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau

        Selasa, 10 Maret 2026 16:53

        Poliban pantau perkembangan akademik mahasiswa penerima beasiswa KIP-K

        Poliban pantau perkembangan akademik mahasiswa penerima beasiswa KIP-K

        Kamis, 12 Maret 2026 0:03

        Poliban kolaborasi PT ABEB dan Pemuda Bakti Banua jaring talenta lokal untuk industri

        Poliban kolaborasi PT ABEB dan Pemuda Bakti Banua jaring talenta lokal untuk industri

        Rabu, 11 Maret 2026 23:43

        Laboratorium Poliban dekati pengakuan standar internasional

        Laboratorium Poliban dekati pengakuan standar internasional

        Senin, 9 Maret 2026 23:19

        Laboratorium Teknik Sipil dan Kebumian Poliban dekati pengakuan berstandar internasional

        Laboratorium Teknik Sipil dan Kebumian Poliban dekati pengakuan berstandar internasional

        Senin, 9 Maret 2026 19:08

    • English News
      • Kotabaru DWP distributes social assistance

        Kotabaru DWP distributes social assistance

        Sabtu, 14 Maret 2026 6:37

        Kotabaru welcomes South Kalimantan Provincial Government for Ramadan Safari

        Kotabaru welcomes South Kalimantan Provincial Government for Ramadan Safari

        Sabtu, 14 Maret 2026 3:53

        ULM, Kotabaru govt agree on sustainable green economy development

        ULM, Kotabaru govt agree on sustainable green economy development

        Jumat, 13 Maret 2026 12:43

        Crises accelerate Indonesia's energy self-sufficiency drive: Prabowo

        Crises accelerate Indonesia's energy self-sufficiency drive: Prabowo

        Kamis, 12 Maret 2026 0:15

        Kotabaru government ensures secure basic food supplies

        Kotabaru government ensures secure basic food supplies

        Rabu, 11 Maret 2026 14:02

    • Infografik
    • Foto
      • Wali Kota Banjarbaru nyalakan listrik program LUTD PLN di rumah warga

        Wali Kota Banjarbaru nyalakan listrik program LUTD PLN di rumah warga

        Rabu, 11 Maret 2026 8:20

        GM PLN serahkan simbolis paket sembako murah

        GM PLN serahkan simbolis paket sembako murah

        Senin, 9 Maret 2026 7:54

        GM PLN diskusi dengan pegawai bahas keandalan listrik selama Ramadhan

        GM PLN diskusi dengan pegawai bahas keandalan listrik selama Ramadhan

        Minggu, 8 Maret 2026 20:02

        Ketua DPRD Banjarbaru pimpin rapat paripurna pandangan umum fraksi

        Ketua DPRD Banjarbaru pimpin rapat paripurna pandangan umum fraksi

        Kamis, 5 Maret 2026 22:39

        DPRD Tanbu sahkan jadwal kerja dewan satu bulan ke depan

        DPRD Tanbu sahkan jadwal kerja dewan satu bulan ke depan

        Senin, 23 Februari 2026 10:33

    • Video
      • PT POS Banjarmasin gunakan mekanisme anyar untuk penukaran uang baru

        PT POS Banjarmasin gunakan mekanisme anyar untuk penukaran uang baru

        Jumat, 13 Maret 2026 11:42

        Ramp check angkutan lebaran, BPTD Kalsel pastikan keselamatan pemudik

        Ramp check angkutan lebaran, BPTD Kalsel pastikan keselamatan pemudik

        Kamis, 12 Maret 2026 20:56

        Banjarmasin perkuat program Gemas maksimalkan pengelolaan sampah

        Banjarmasin perkuat program Gemas maksimalkan pengelolaan sampah

        Rabu, 11 Maret 2026 23:06

        Perpustakaan Pal 6 Banjarmasin tempat pilihan mengisi waktu saat puasa

        Perpustakaan Pal 6 Banjarmasin tempat pilihan mengisi waktu saat puasa

        Selasa, 10 Maret 2026 23:54

        Kiriman melonjak, Pos Banjarmasin tambah jumlah petugas dan armada

        Kiriman melonjak, Pos Banjarmasin tambah jumlah petugas dan armada

        Selasa, 10 Maret 2026 16:18

    Meratapi Nasib Lagu Banjar Di Kampung Sendiri

    Rabu, 27 Februari 2013 13:03 WIB

    Meratapi Nasib Lagu Banjar Di Kampung Sendiri

    Lagu Banjar.(net.)

    Sudah beberapa lokasi tempat penjualan kaset di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang dikunjungi Abdullah (55 th) warga Tembilan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, tetapi belum juga berhasil membeli kaset lagu-lagu berbahasa Banjar, atau istilah setempat lagu Banjar.


    Padahal Abdullah yang berasal dari Parit 12 Tembilahan keturunan dari Suku banjar itu ingin membawa beberapa kaset lagu Banjar ke kampung halamannya yang merupakan kota dengan komunitas terbesar Suku banjar di Pulau Sumatera tersebut.

    "Saya ingin membawa kaset lagu Banjar ke Tembilahan,karena banyak kerabat di sana yang minta bawakan sebagai oleh-oleh kaset lagu Banjar tersebut,"kata Abdullah yang nenek moyangnya berasal dari Desa Kelua, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalsel itu.

    Tetapi berkat di Kota Banjarmasin ini banyak kerabat akhirnya melalui kerabat itulah ia berhasil mengantongi beberapa kaset lagu Banjar, berdasarkan keterangan kerabatnya terebut kaset-kaset lagu Banjar itu hanya berada di pertokoan kawasan Cempaka, itupun lokasinya berada agak ke dalam.

    Abdullah sendiri merasa heran, mengapa kaset lagu Banjar di daratan tanah Banjar wilayah paling selatan Pulau Kalimantan ini sulit sekali diperoleh.

    Beda jika berada di tanah Minang Sumatera Barat, bila ingin membeli kaset lagu suku tersebut mudah sekali, begitu juga jika berada di beberapa wilayah Pulau Jawa atau tanah Sunda mudah sekali kalau ingin memperoleh kaset lagu daerah tersebut.


    Seorang seniman Banjar yang juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu berbahasa Banjar Jemmy Huzain mengakui kalau kaset lagu daerah setempat memang sulit diperoleh karena berbagai sebab.

    Sebab utama adalah sulitnya memproduksi lagu Banjar ke dalam kaset untuk dikomersilkan.

    Persoalan yang sering dihadapi pencipta lagu Banjar saat lagu-lagu tersebut diproduksi untuk dikomersialkan, harus membayar pajak cukup besar, setiap lagu dikenakan Rp1.250 bila satu kaset terdapat sepuluh lagu maka yang harus dibayar pajaknya Rp12.500.

    Jika kaset yang diproduksi seribu buah saja berarti pajak yang harus dibayar produsen lagu tersebut Rp12.500.000, berarti cukup besar, itu hanya untuk bayar pajak, belum lagi biaya yang lain relatif besar pula.

    "Kalau melihat biaya sebesar itu, siapa pun pencipta lagu dengan modal kecil seperti saya ini sulit untuk berkarya," kata pencipta lagu Banjar "Aku Kada Baung," tersebut.

    Akibat itu pula, maka hampir dipastikan kaset-kaset lagu Banjar tidak ada dijualbelikan di toko-toko kaset berlabel pajak, kecuali ada di kaki lima.

    Padahal untuk meningkatkan nilai lagu-lagu Banjar tersebut, seharusnya di setiap toko kaset mudah diperoleh oleh peminatnya, jangan seperti sekarang untuk mencari kaset di toko kaset dipastikan lagu Banjar hampir tak ditemui, katanya.

    Menurutnya untuk meningkatkan produksi lagu Banjar tersebut harus ada peran pemerintah setempat.

    Kalau pemerintah daerah peduli sebaiknya pemerintah setempat harus menganggarkan dana untuk membantu penciptaan lagu Banjar itu, umpamanya membantu soal pajak sajalah tak usah soal yang lain, karena itu sudah meringankan beban para seniman mengembangkan lagu daerah tersebut.

    Kepada seniman juga seharusnya diberikan penghargaan yang memadai agar merangsang seniman lain untuk berkreasi seperti yang terjadi pada seniman-seniman di daerah lain seperti di Pulau Jawa.



    Kurang dihargai

    Beberapa masalah yang dihadapi sehingga keberadaan lagu Banjar tidak bisa menjadi "tuan" di kampungnya sendiri, kata seorang yang juga pencipta lagu Banjar, Drs Noor Hasan seraya menyebutkan bahwa lagu Banjar kurang dihargai di kampung sendiri.

    Warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dinilai kurang menghargai karya-karya lagu daerah berbahasa Banjar, sehingga kurang menggairahkan seniman lagu setempat untuk lebih berkreasi.

    Ia menambahkan seringkali ciptaan lagu daerah tersebut setelah dirilis tak laku di pasaran, yang membuktikan apresiasi warga terhadap lagu itu kurang.

    "Saya sendiri sering mencipta lagu, kemudian dibuat album, dan sering ketemu kenalan atau teman,mereka lebih banyak ingin meminta kaset album itu kepada aku, bukan berusaha mencari atau membeli kaset itu di tempat menjual kaset tersebut," kata Noor Hasan.

    Menurut Hasan ia sendiri tidak pelit untuk memberikan kaset itu, tetapi hal itu membuktikan penghargaan terhadap karya cipta itu kurang.

    Lihat saja kaset-kaset Didi Kempot yang berbahasa Jawa ketika dirilis langsung laris manis di pasaran, karena warga di Pulau Jawa menghargai karya seni daerah.

    "Seni dan bisnis kadangkala sulit dipisahkan, gimana seni bisa berkembang baik kalau bisnis seninya juga kurang berkembang baik," tutur Noor Hasan yang mengakui telah puluhan buah mencipta lagu-lagu daerah berbahasa Banjar.

    Noor Hasan yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin tersebut berharap kedepannya apresiasi terhadap lagu daerah itu kian berkembang.

    Oleh karena itu, melalui instansinya ia meminta kepada pemilik hotel dan restauran, rumah makan, cafe-cafe, dan lokasi dimana banyak orang berkumpul sering diputar lagu-lagu daerah.

    "Saya meminta peran pengusaha tempat hiburan, cafe, rumah makan, restauran dan fasilitas kepariwisataan lainnya untuk lebih sering memutar lagu-lagu daerah maksudnya agar pengunjung di lokasi tersebut merasakan nuansa kedaerahannya," katanya.

    Baik Noor Hasan maupun Jemmy Huzain sepakat harus ada "gerakan" yang mampu mengangkat keberadaan lagu banjar menjadi "raja" di kampungnya sendiri.

    "Kalau tidak ada gerakan semacam itu dikhawatirkan lagu Banjar kian terpinggirkan oleh lagu-lagu daerah lain, lagu nasional bahkan oleh lagu-lagu dari negara Barat,"kata Jemmy Huzain kepada penulis di balaikota Banjarmasin.

    Gerakan tersebut seharusnya dimulai oleh kalangan pemerintah provinsi setempat yang diikuti oleh gerakan pemerintah kabupaten dan kota yang ada di wilayah Kalsel.

    "Saya sering menyaksikan, di kala pertemuan,silaturahmi atau sebuah resepsi,pejabat Kalsel sendiri suka sekali membawakan lagu-lagu Barat, bukannya lagu daerah sendiri, padahal lagu Barat itu kan kurang dimengerti syairnya, dan itu membuktikan bahwa pejabat kurang berkeinginan memasyarakatkan lagu daerah sendiri" kata Jemmy Huzain.

    Gerakan tersebut dengan cara menggelorakan lagu-lagu Banjar disetiap kesempatan, baik di hotel-hotel, restauran, di terminal pelabuhan, Bandara, atau tempat-tempat keramaian lainnya.

    Atau selalu menyajikan lagu daerah Kalsel itu pada setiap kesempatan pertemuan, resepsi perkawinan, resepsi perpisahan, ulang tahun, ramah tamah, dan kegiatan lainnya.

    Melalui gerakan tersebut juga diharapkan sesering mungkin diadakan lomba-lomba nyanyi berbahasa Banjar, baik di lingkungan sekolah, perguruan tinggi,perkumpulan, komunitas, dan saat peringatan hari-hari besar nasional seperti acara peringatan kemerdekaan RI.

    "Bahkan kalau perlu, ada semacam peraturan daerah (Perda) yang mengharuskan pada kegiatan semacam itu selalu menyajikan lagu Banjar itu," tutur Jemmy Huzain.



    Dimulai 1959

    Bagi masyarakat di luar tanah Banjar, mungkin sering saja mendengar lagu Banjar, karena ada dua buah lagu yang terkenal secara nasional dan sering dinyanyikan kalangan artis ibukota.

    Kedua lagu tersebut adalah "Ampar-Ampar Pisang" ciptaan Thamrin, tapi dirilis oleh Hamiedan AC dan lagu "Paris Barantai" ciptaan H. Anang Ardiansyah merupakan dua lagu yang menjadi kiblat dalam mencipta lagu daerah Banjar.

    Hal ini karena kedua lagu inilah yang pertama kali direkam dan dikenal banyak orang.

    Pencipta lagu Banjar sekaligus penyanyinya yang paling terkenal adalah haji Anang Ardiansyah.

    Berdasarkan sebuah catatan, Haji Anang Ardiansyah memulai mencipta lagu sejak SMA, Ketika merantau ke Malang, Jawa Timur pada tahun 1957 untuk belajar di SMA Islam Malang setelah menepuh SD dan SMP di Banjarmasin.

    Setahun kemudian Anang pindah ke Surabaya, di kota ini dia bergabung dengan Orkes Melayu Rindang Banua yang dipimpin dokter Sarkawi.

    Orkes ini kumpulan pemuda Kalimantan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kalimantan, di sinilah belajar membuat lagu banjar dari gubahan lagu-lagu rakyat berupa pantun.

    Setelah digubah, jadilah lagu-lagu banjar baru dan bisa diterima warga setelah itu sering membawakannya saat diundang mengisi acara perkawinan.

    Begitu seringnya membawakan lagu Banjar, grup Rindang Banua menjadi terkenal di Surabaya dan Banjarmasin. Grup ini terangkat namanya tahun 1959 saat lagu Paris Barantai masuk rekaman piringan hitam yang dikerjakan Lokananta di Solo./D.




    Pewarta: Oleh Hasan Zainuddin
    Editor : Asmuni Kadri
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest

    Berita Terkait

    Pemkot Banjarmasin tularkan musik Banjar ke Gen Z

    Pemkot Banjarmasin tularkan musik Banjar ke Gen Z

    10 September 2025 21:32

    PAPPPRI Kalsel : lagu-lagu daerah Banjar perlu peningkatan

    PAPPPRI Kalsel : lagu-lagu daerah Banjar perlu peningkatan

    20 Desember 2022 05:58

    Lagu Ayo ke Banjarmasin milik Jeff Banjar peroleh Sertifikasi Hak Cipta

    Lagu Ayo ke Banjarmasin milik Jeff Banjar peroleh Sertifikasi Hak Cipta

    9 Juli 2022 18:55

    Taman Budaya Kalsel gelar konser peluncuran 12 lagu Banjar

    Taman Budaya Kalsel gelar konser peluncuran 12 lagu Banjar

    28 Januari 2022 23:32

    Pandaz, musisi zaman sekarang poles lagu Banjar penuh kreativitas

    Pandaz, musisi zaman sekarang poles lagu Banjar penuh kreativitas

    14 Februari 2021 15:21

    Shouma Hadzir, anak berprestasi berkarya mengangkat lagu Banjar

    Shouma Hadzir, anak berprestasi berkarya mengangkat lagu Banjar

    10 Februari 2021 17:03

    Ketulusan  Tommy Kaganangan populerkan lagu Banjar

    Ketulusan Tommy Kaganangan populerkan lagu Banjar

    9 Februari 2021 17:35

    Shouma Hadzir, anak berprestasi mengangkat lagu Banjar

    Shouma Hadzir, anak berprestasi mengangkat lagu Banjar

    7 Februari 2021 20:11

    Terpopuler

    Trump nyatakan Iran menyerah dan minta maaf kepada Timur Tengah

    Trump nyatakan Iran menyerah dan minta maaf kepada Timur Tengah

    Banjarmasin bangun sarana transportasi terintegrasi di kawasan Kota Lama

    Banjarmasin bangun sarana transportasi terintegrasi di kawasan Kota Lama

    China dikabarkan mulai dukung Iran dalam konflik dengan AS-Israel

    China dikabarkan mulai dukung Iran dalam konflik dengan AS-Israel

    Polisi tangkap dua pelaku pembunuhan pria di Sungai Veteran Banjarmasin

    Polisi tangkap dua pelaku pembunuhan pria di Sungai Veteran Banjarmasin

    Polda Kalsel gratiskan ribuan paket sembako dan ikan segar di Gerakan Pangan Murah Ramadhan

    Polda Kalsel gratiskan ribuan paket sembako dan ikan segar di Gerakan Pangan Murah Ramadhan

    Top News

    • Prabowo dorong penghematan BBM dan WFH

      Prabowo dorong penghematan BBM dan WFH

      17 jam lalu

    • Polda Kalsel siagakan personel di 3.740 titik pengamanan Lebaran

      Polda Kalsel siagakan personel di 3.740 titik pengamanan Lebaran

      12 Maret 2026 22:35

    • Prabowo : RI harus siap hadapi terkait Timteng

      Prabowo : RI harus siap hadapi terkait Timteng

      4 Maret 2026 08:57

    • Indonesia mediator Iran-AS-Israel

      Indonesia mediator Iran-AS-Israel

      4 Maret 2026 08:43

    • Dubes RI imbau WNI berlindung

      Dubes RI imbau WNI berlindung

      2 Maret 2026 14:13

    Antara News kalsel
    kalsel.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Seputar Kalsel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • English News
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA