Pimpinan DPRD Kalimantan Selatan menyayangkan kalau sampai Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin tak lagi sebagai embarkasi ataupun debarkasi haji pada haji 2013.

"Kita sangat menyayangkan kalau Banjarmasin tak lagi sebagai embarkasi dan atau debarkasi haji pada musim haji tahun ini," ujar Wakil Ketua DPRD provinsi setempat H Riswandi di Banjarmasin, Senin.

"Oleh sebab itu, apa yang menjadi persyaratan dalam pelayanan jasa penerbangan jamaah haji sebagaimana disyaratkan pemerintah Arab Saudi, harus kita upayakan untuk memenuhinya," lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Anggota DPRD Kalsel dua periode dari PKS itu, meminta pemerintah provinsi (Pemprov) setempat bersama pihak terkait mengupayakan agar Banjarmasin tetap sebagai embarkasi dan atau debarkasi haji, seperti beberapa tahun terakhir (sejak Tahun 2004).

Mengenai kendala peningkatan dan pengembangan Bandara Syamsudin Noor, wakil rakyat dari PKS tersebut menyarankan agar pihak terkait menaruh perhatian yang lebih serius lagi, serta mengetahui akar permasalahannya.

"Kalau permasalahannya terkait pembebasan lahan, maka hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah kota (Pemkot) Banjarbaru, untuk penyelesaiannya. Tapi kalau masalah keuangan, merupakan kewenangan PT Angkasa Pura (AP) I Banjarmasin." demikian Riswandi.

Sebelumnya dalam pemberitaan, pemerintah Arab Saudi hanya memperkenankan pesawat berbadan lebar (Air Bus) dengan kapasitas minimal 500 penumpang, untuk mengangkut jamaah, guna mengurangi kepadatan arus lalu-lintas angkutan udara di bandara jazirah itu.

Sementara angkutan jamaah haji lewat embarkasi Banjarmasin langsung ke Bandara King Abdul Azis, Jedah, Arab Saudi selama ini baru menggunakan pesawat Boeng dengan kapasitas angkut sekitar 350 penumpang.

Pasalnya Bandara Syamsudin Noor yang berkedudukan di wilayah Kota Banjarbaru, Kalsel itu, belum mampu untuk pendaratan pesawat berbadan lebar (Air Bus), karena landasan pacu (run way) baru 2.500 meter.

Sedangkan persyaratan secara teknis, untuk pendaratan pesawat berbadan lebar dengan kapasitas penumpang 500 orang, panjang landasan pacunya minimal 3.500 meter.

Sebelum memiliki embarkasi sendiri, jamaah calon haji asal Kalsel lewat embarkasi Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, dan pernah pula lewat Jakarta.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026