Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Wali Kota Pangka Raya, Kalimantan Tengah Fairid Naparin membawa rombongan besar, yakni, sekitar 130 orang pejabat melakukan kunjungan kerja tentang pengelolaan dan inovasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah ((PAD) Pemkot Banjarmasin.
       
Tak tanggung-tanggung, wali kota termuda di Indonesia (33) ini didampingi Wakilnya Hj Umi Mastikah dan Sekdanya, juga sekitar 20 lebih anggota dewan kota setempat yang acaranya digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balaikota Banjarmasin, Senin.
       
Fairid mengungkapkan, sangat tertarik mempelajari Pemkot Banjarmasin yang memiliki APBD lebih besar dari kotanya, di mana Palangka Raya dan Banjarmasin sama-sama kedudukannya sebagai ibu kota provinsi.
       
"APBD kota kami hanya Rp1,1 triliun, sedangkan Kota Banjarmasin sebesar Rp1,7 triliun," ujarnya.
       
Menurut dia, pemerintahannya tertarik bagaimana Pemkot Banjarmasin bisa menggali begitu besar PAD pada pajak daerah, misalnya sektor pajak rumah makan, Penerangan Jalan Umum, pajak perhotelan dan hiburan.
       
 "Inovasi-inovasi ini yang hendak kita contoh, sehingga daerah kita bisa menggali potensi yang sama demi kemajuan pembangunan," paparnya.
       
Sebenarnya, kata Fairid, kondisi kotanya dengan Banjarmasin hampir tidak jauh berbeda, tidak memiliki kekayaan alam sebsgai pendapatan daerah yang besar misalnya sebagai daerah pertambangan. Kenyataannya hanya mengandalkan sebagai kota perdagangan dan pariwisata.
         
"Tidak salah kita belajar dengan kota yang lebih tua ini, sebagai keseriusan, maka kita bawa semua unsur, agar sinergi semuanya," tutur Fairid.
       
Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina yang menerima kunjungan langsung Wali Kota Palangka Raya tersebut menyatakan ada tukar pikiran untuk menambah PAD antar kota dalam pertemuan ini.
       
Sebagai informasi, kata dia, Banjarmasin mendapatkan PAD pada 2018 lalu sekitar Rp297 miliar, sektor terbesar dihasilkan pajak daerah sebesar Rp171 miliar.
       
Di mana penyumbang terbesar pada pengumpulan pajak daerah ini disektor pajak restoran yang mencapai Rp44 miliar, pajak PJU sebesar Rp45 miliar.
       
"Yang besar-besar lagi dari perolehan pajak perhotelan, hiburan dan parkir," ujarnya.
       
Menurut dia, perolehan bajak yang sudah diraih ini belum memenuhi kebutuhan dengan besarnya biaya untuk pembangunan infrastruktur, baik pendidikan, kesehatan dan sarana jalan dan jembatan.
         
"Termasuk juga biaya untuk menjadikan Banjarmasin sebagai kota sungai terindah di Indonesia, karenanya upaya peningkatan PAD terus digenjot setiap tahunnya," demikian kata Ibnu Sina.

 

Pewarta: Sukarli

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019