Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Legislator atau anggota DPRD Kalimantan Selatan turut menginjak gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan lambang/bendera Israel dalam aksi solidaritas kaum Muslim di provinsi itu terhadap Palestina di Banjarmasin, Jumat sore.

Aksi solidaritas kaum Muslim Palestina yang berlangsung di halaman Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) atau "Rumah Banjar" itu gagal membakar gambar Trump dan lambang Israel tersebut, karena guyuran hujan.

Sedangkan anggota DPRD Kalsel yang ikut bersama pengunjuk rasa menginjak-injak gambar Trump dan lambang Israel itu, Drs H Rusfandie dari Partai Kebangkitan Bangsa dan H Yadi Ilhami SH MHI asal Partai Demokrat.

"Menginjak gambar Trump sebuah bentuk emosional memrotes kebijakan Presiden Amerika Serikat tersebut Jerusalam sebagai Ibu Kota Israel," ujar Rusfandie yang juga Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Al Munawarah di Jalan Trikora Banjarbaru itu.

"Kemudian menginjak lambang Israel sebagai bentuk emosional kemarahan terhadap Israel yang bukan saja menjajah Palestina, tetapi tidak berprikemanusiaan," tuturnya didampingi rekannya sesama anggota Komisi II DPRD Kalsel Yadi Ilhami.

Selain menampung aspirasi atau tuntutan pengunjuk rasa itu, kedua wakil rakyat dari PKB dan Demokrat tersebut berjanji menyampaikan ke tingkat lebih atas atau berwenang dalam menindaklanjutinya.

Pada kesempatan itu pula, wakil rakyat Kalsel tersebut mengimbau/mengajak kamu Muslim di provinsinya yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan berpenduduk mencapai empat juta jiwa dengan mayoritas Islam agar senantiasa mendoakan semga perluangan Palestina berhasil.

"Doa itu minimal setiap habis shalat fardhu yang lima kali dalam sehari semalam, guna keselamatan kaum Muslim Palestina pada khususnya," demikian Rusfandie.

Ketua Forum Pembela Islam (FPI) Kalsel Habib Mahdi bin Yahya dalam orasinya antara lain menuntut pemerintah atau Presiden Joko Widodo supaya tegas dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Paletina, jangan cuma mengecam kekejaman Israel dan kebijaksan Trump.

"Kalau cuma mengecam, rakyat biasa pun bisa. Tetapi selain melalui diplomasi-diplomasi, juga melakukan tindakan nayata dan kemanusiaan, seperti memberi bantuan logistik serta keperluan lain bagi Palestina. Sebagaimana FPI sendiri mendiri bank darah," ujarnya.

"Dalam membela Palestina merebut/memperjuangkan kemerdekaan, maka Indonesia bisa mengirim pasukan keamanan. Jika tidak berani, berikan senjata-senjata tersebut kepada FPI dan kami yang siap berperang mengorbankan jiwa raga," demikian Mahdi.

Aksi solidaritas Palestina di bawah hujan gerimis itu berjalan aman, dan berakhir menjelang shalat Ashar sesudah doa bersama dipimpin Habib Zakaria

Sementara aksi solidaritas terhadap Palestina oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalsel pada saat bersamaan, namun mereka hanya di jalanan tidak menyambangi Rumah Banjar.

Pewarta: Syamsudin Hasan

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017