Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Ibnu Safari Rahman meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dini menyusul penetapan status darurat kebakaran hutan dan lahan (Kahutla).

“Kewaspadaan dini perlu dilakukan untuk mengantisipasi lebih awal kejadian karhutla, dengan menyiapkan peralatan, personel, serta posko siaga,” kata Ibnu Safari di Kandangan, Senin.

Baca juga: 42 api terpantau, HSS tetapkan status darurat karhutla

Ia menekankan kesiapan seluruh unsur pendukung menjadi hal penting agar pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal dan cepat di lapangan.

Menurut dia, selain kesiapan teknis, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga tidak kalah penting, terutama kepada warga yang tinggal di daerah rawan, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kesadaran warga menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan karhutla. Jika masyarakat peduli dan memahami risikonya, maka kebakaran bisa dicegah,” ujarnya.

Baca juga: Wabup HSS tegaskan pentingnya sinergi mengatasi karhutla

Politisi dari Partai Golkar ini juga mendorong BPBD HSS untuk mengintensifkan patroli di wilayah rawan kebakaran dengan melibatkan instansi dan pemangku kebijakan terkait.

Ia berharap sinergi semua pihak melalui kesiapsiagaan, edukasi, dan patroli yang masif akan berdampak positif dalam menekan kejadian karhutla di “Bumi Rakat Mufakat”.

“Kita semua harus bergerak bersama agar bencana ini bisa dicegah sedini mungkin,” pungkas Ibnu.

Baca juga: BPBD : Beberapa kecamatan di HSS berpotensi karhutla

 

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025