Rantau, (Antaranews Kalsel) - Salah seorang wargsa Bitahan Kabupaten Tapin, Noor Amin (29), mengembangkan ikan endemik Kalimantan Selatan yaitu "rasbora brigettae spesies".

Saat ditemui dikediamannya, pria yang biasa disapa Amin ini sibuk membersihkan aquascepnya yang berisi ikan-ikan kecil  yang cantik khas Kalimantan Selatan hasil tangkapannya di alam Tapin.

"Awalnya, saat  saya memancing di hutan galam, saya melihat ikan-ikan kecil dengan warna cantik, sehingga  terpikir untuk memeliharanya," ujar Amin.

Setelah itu, beberapa hari kemudian, ia kembali ketempat lokasi ia melihat gerombolan ikan kecil tersebut dengan membawa peralatan jaring untuk menangkapnya.

Kecantikan ikan Rasbora tersebut membuat pria kelahiran Demak Jawa Tengah tersebut menjadi penasaran dan mencoba untuk mencari di internet agar lebih mengenal ikan tersebut.

"Setelah coba cari info di internet, saya kaget ternyata ikan Rasbora ini ikan endemik asal Kalimantan yang lebih banyak berkembang di Kalimantan Selatan," ujarnya lagi.

Dengan banyaknya perkebunan sawit di Bumi Tapin, membuat pria ini menjadi khawatir dengan kelestarian ikan yang hidup di sungai blackwater atau sungai dikawasan hutan galam.

Hal tersebut membuat pria yang sehari-hari bekerja sebagai Polisi Pamong Praja di Pemkab Tapin terpikir untuk melestarikan ikan kecil yang suka bergerombol dan pemalu tersebut.

"Ini masih kita coba untuk kembang biakkan, namun masih terkendala peralatan dan kurangnya informasi tentang ikan ini,"ujarnya Aminin lagi.

"Sementara ini, masih sering mencari ikan tersebut dan kadang dijual juga dan kadang dibagikan ke temen pencinta aquascep dengan harapan bisa berkembang dengan lebih cepat," tuturnya lagi.

Aminin pun berharap, adanya perhatian pemerintah khususnya Tapin untuk melestarikan ikan endemik Kalimantan ini, karena dengan banyaknya perusahan-perusahaan perkebunan sawit sehingga bisa merusak habitat ikan tersebut.

Perlu diketahui, ikan Rasbora Brigittae merupakan ikan endemik Pulau Kalimantan, dan banyak ditemukan diperairan blackwater atau rawa gambut yang banyak di tumbuhi pohon Galam di wilayah Kalimantan Selatan.

Dikarenakan, lingkungan seperti itu secara khas mengandung air yang sangat lembut, pH serendah 4 dan cahaya yang lebih sering remang-remang karena banyaknya pepohonan galam diatasnya.

Namun keberadaan ikan-ikan tersebut mulai terancam dengan mulai maraknya perkebunan sawit, pembangunan gedung-gedung, dan kegiatan manusia lainnya yang mengalih fungsikan kawasan rawa bisa merusak ekosistem habitat ikan tersebut.

Pewarta: M Husein Asyari

Editor : Muhammad Husien Asy'ari


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017