Kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah dengan PT Adaro Indonesia diyakini dapat  mempercepat penanganan stunting sehingga terwujud generasi sehat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kabupaten Barito Selatan, Yoga Prasetyanto Utomo yang diwakili  Mirwansyah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Adaro dalam upaya menurunkan stunting di daerahnya.

"Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menentukan kualitas generasi muda di masa depan. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam percepatan penanggulangan stunting," ujar Mirwansyah, Minggu.

Selanjutnya melalui pertemuan stakeholder lintas diharapkan  dapat menghasilkan strategi inovatif yang tidak hanya efektif dalam menekan angka stunting tetapi  meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Pertemuan dengan tema  “Kolaborasi Wujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting” sebagai  komitmen kuat berbagai pihak dalam menurunkan angka stunting melalui intervensi di desa-desa sekitar wilayah operasional Adaro.

Kegiatan ini melibatkan pemaparan program, diskusi bersama, serta penandatanganan kerja sama.

Fokus utama program berupa  intervensi  125 balita dan 16 ibu hamil di dua kecamatan yang teridentifikasi berisiko stunting berdasarkan hasil pemeriksaan Puskesmas Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, dan Puskesmas Rantau Kudjang, Kecamatan Jenamas pada November 2024.

CSR Section Head PT Adaro Indonesia,
Aan Nurhadi menegaskan  program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun 2024 yang sempat tertunda akibat pergantian mitra. 

Meski begitu, Adaro tetap berkomitmen dalam mendukung percepatan penurunan stunting, terutama di Kecamatan Jenamas dan Dusun Hilir.

"Kami  mendeklarasikan satu desa di Kabupaten Balangan sebagai Zero Stunting setelah  tiga tahun  tidak ada kasus stunting," ungkap Aan.

 Ini membuktikan  target nol stunting bukan hal yang mustahil, asalkan ada kolaborasi yang kuat.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam pencegahan stunting, sehingga program ini juga menekankan edukasi gizi kepada mereka.

"Kami ingin memastikan  generasi mendatang tumbuh sehat," tambahnya.

Aan menambahkan program ini bertujuan mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting menjadi 18,8 persen pada 2025.

 Selain itu Adaro berkomitmen menciptakan Zero New Stunting di desa-desa sekitar ring 1 operasionalnya serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan status gizi tidak normal di usia 24–60 bulan.

Pewarta: *

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025