Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengenalkan sejarah revolusi fisik daerah 1945-1949 kepada pelajar melalui lomba edukatif kultural Museum Mading Tiga Dimensi tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

“Kita ingin mengenalkan sejarah Kalimantan Selatan kepada generasi muda, sekaligus juga mengenalkan Museum Waja Sampai Kaputing yang terletak di Kota Banjarmasin,” kata Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Arry Risfansyah di Banjarmasin, Senin.

Baca juga: Karlie Hanafi hibahkan benda peninggalan bersejarah ke Museum Lambung Mangkurat

Arry menyebutkan total ada 160 peserta lomba berasal dari 16 sekolah, per sekolah mengirimkan sembilan orang pelajar dan satu orang pendamping. Perlombaan dilaksanakan di halaman Museum Waja Sampai Kaputing pada 9-11 Oktober 2023.

“Kegiatan ini salah satu upaya untuk melestarikan budaya, termasuk untuk menambah wawasan para pelajar tentang sejarah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Dia mengatakan lomba mading tiga dimensi itu mengundang tiga orang juri yang berasal dari ahli sejarah, seniman, dan bidang jurnalistik.

Arry menuturkan untuk sistem penilaian ada beberapa kriteria, yakni kreativitas, keunikan, kesesuaian isi dengan tema, tata bahasa, kebersihan, kerapian, dan yang terakhir kualitas presentasi karya.

Baca juga: Kanwil Kemenkum HAM kunjungi museum, bina CPNS

Perlombaan tersebut menggunakan dana alokasi khusus dari biaya operasional pendidikan non fisik Museum Waja Sampai Kaputing. Sementara untuk temanya yakni “Revolusi Fisik Kalimantan Selatan”.

Pada 4-6 Oktober lalu, Pemprov Kalsel telah melaksanakan belajar bersama di Museum Waja Sampai Kaputing dan mengundang sebanyak 152 pelajar SLTA se-Kalsel sebagai rangkaian kegiatan dari memperingati Hari Museum Nasional.

Kegiatan itu memaparkan beberapa materi yakni sejarah revolusi fisik 1945-1949 di Kalimantan Selatan, jurnalistik, dan sejarah zaman yang berubah.

Baca juga: Rizali Noor, karya lukisannya terpampang di museum Jepang

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023