Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Banjarmasin, Ir Muslih menyatakan, pihaknya menargetkan untuk bisa menambah produk air bersih per lima tahun.


Menurut dia, di Banjarmasin, Rabu, target pencapai tambahan produksi hingga 1.000 liter per detik atau dari 2.300 liter per detik saat ini menjadi 3.300 liter per detik akan dicapai hingga 2030.

Oleh karena itu, pihaknya akan meningkatkan daya produksi di semua instalasi pengolahan air (IPA) di mana saat ini IPA 1 yang berada di Jalan A Yani mampu hanya memproduksi 500 liter per detik, IPA 2 di Jalan Pramuka sebesar 1.750 liter per detik dan MTP Sungai Lulut sebesar 50 liter per detik.

Rencananya, kata Muslih ketiga tempat pengolahan ini akan dikembangkan lagi dengan target per lima tahun ada peningkatan signifikan kapasitas produksi, yakni, target tahun 2020 mencapai 2.600 liter/detik, tahun 2025 menjadi sebesar 2.970 liter/detik, dan tahun 2030 sebesar 3.300 liter/detik.

Hal ini harus direncanakan dengan baik, ujar Muslih, guna mendukung perintah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menargetkan 10 juta sambungan PDAM bagi masyarakat secara nasional hingga 2020 nanti.

"Target pak Wapres ini memang menjadi tantangan berat bagi kita (PDAM), sebab dalam 70 tahun ini saja baru 10 juta sambungan dapat dilakukan, bagaimana dilakukan dalam empat tahun ini," bebernya.

Tapi, kata Muslih lagi, dukungan pemerintah pusat terhadap PDAM saat ini memang sangat besar, di mana salah satunya kebijakan memutihkan utang PDAM di seluruh nusantara, bahkan akan memberi bantuan puluhan triliun lagi kedepannya.

"Pemerintah memberikan motivasi terhadap PDAM saat ini sangar besar, hingga semangat mencapai kesejahteraan rakyat dengan air bersih yang berlimpah sangat mungkin bisa dilaksanakan," tuturnya.

Menurut dia, bagi PDAM Bandarmasih yang sudah mampu memberikan jangkauan hampir 100 persen kerumah warga hingga yang berada di daerah pinggiran dipastikan akan bisa memberikan andil besar bagi pencapaian target 10 juta lagi sambungan sesuai terget pemerintah itu.

"Yang masih menjadi kendala besar itu menjaga kelestarian sunber air baku, sebab setiap tahun terus menurun kualitas air sungai Martapura yang menjadi lumbung air baku PDAM," ungkapnya.

Dari itu, ujar Muslih, pembangunan sarana bagi kelestarian sumber air baku ini sangat penting adanya, salah satu yang direncanakan pihaknya membangun embung raksasa atau reservoir di daerah Sai Tabuk Kabupaten Banjar.

"Kita berharap jangan sampai krisis air baku lagi, meski kemarau melanda," ucapnya.

Pewarta: Sukarli

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016