Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Prof Dr Phil Kamaruddin Amin, MA membicarakan tantangan kaderisasi ulama di era digital saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Prof Kamaruddin menjadi pembicara pada kuliah umum yang digelar mahasiswa program khusus kaderisasi ulama Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin di Aula Zafry Zamzam kampus UIN Antasari Banjarmasin, Rabu.

Acara kuliah umum tersebut digelar secara tatap muka dan daring dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat. 

Hadir pada kuliah umum tersebut Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof Dr H Mujiburahman MA,  Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Dr Akhmad Sagir M.Ag,  Kepala Biro AUPKK Drs H Amal Fathullah M.Pd.I, Kepala Biro AAKK Drs Mukhlis M.Pd.I dan Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Dr Abduh Amri M.Ag, serta para pejabat di lingkungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Dalam ceramahnya, Prof Kamaruddin Amin menyampaikan, bahwa para ulama atau penyuluh agama atau mubalig era digital ini harus memiliki literasi digital.

Karena, lanjut dia, berdasarkan penelitian, sebesar 60 persen dunia digital di dalamnya adalah anak-anak milenial. 

"Kita kalah cepat, kalah produktif dalam mengelola media sosial," tuturnya.

Pada era digital ini, ujarnya, anak-anak milenial pada umumnya lebih tertarik untuk mengikuti konten-konten yang menarik dari pada baca kitab. 

"Ini adalah tantangan kita, tantangan mubalig, kalau kita kalah dalam mengkreatef kan konten-konten menarik dalam dunia digital maka kita akan kalah bersaing," kata Kamaruddin Amin.

“Anda harus menjadi muballig moderen yang keren, peluang anda besar sekali, peluang dan tantangannya sekaligus, anda harus kreatif, anda harus inovatif," ucapnya berpesan pada mahasiswa dan mahasiswi UIN Antasari.

Menurut dia, ilmu agama akan selalu dikaji dan dipelajari, tantangannya adalah bagaimana cara mengemasnya agar menarik masyarakat, seperti ulama dan mubalig yang yang mempunyai banyak pengikut maupun viewer hingga ratusan juta di media sosial.

Padahal, ujarnya, banyak ulama yang benar-benar ulama, pengetahuannya luas namun tidak muncul seperti mereka.

"Saya yakin ini berjalan alamiah, kedepan saya yakin anak-anak kita pasti akan kreatif, diarahkan atau tidak pasti akan mengikuti perkembangan dan akan menjadi mubalig-mubalig, penceramah-penceramah moderen yang berkelas, yang bagus, mencerahkan umat dan Insya Allah berkonstribusi dalam proses berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof Mujiburahman menyampaikan, bahwa materi ini merupakan materi yang sangat penting bagi fakultas, terutama bagi mahasiswa program khusus kaderisasi ulama untuk mengkaji berbagai tantangan dan peluang.

"Dirjen Bimas Islam Kemenag RI sekarang ini menangani masalah macam-macam, dari soal radikalisme, moderasi beragama, soal media digital dan sebagainya," ucap Mujiburahman.

Dia mengharapkan, dalam kegiatan ini para peserta untuk mengambil kesempatan untuk mendengarkan materi yang disampaikan ini untuk mendapatkan wawasan dan motivasi untuk terus belajar membekali diri sebagai penyiapan untuk terjun kepada masyarakat.

Dijelaskan panitia sekaluan moderator kegiatan kuliah umum Akhmad Sagir, bahwa kegiatan yang berlangsung imi merupakan realisasi dari MoU antara Dirjen Bimas Islam Kemenag RI dengan UIN Antasari yang dilaksanakan pada pada 23 Maret 2021.

"Isi tentang peningkatan kompetensi penyuluh agama Islam," ujarnya.
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof Kamaruddin Amin saat kuliah umum di UIN Antasari Banjarmasin, Kalsel.(Antaranews Kalsel/ist)



 

Pewarta: Sukarli

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021