Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Selatan H.M Arsyadie mengatakan, desain secara rinci atau "detail design" rencana pembangunan jalan layang di Kota Banjarmasin kini masih dalam proses.
        
"Desain rinci rencana pembangunan jalan layang itu masih dalam proses konsultasi dengan pusat yakni Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Arsyadi menjawab ANTARA di Banjarmasin, Senin.
        
Dia berharap desain itu segera mendapat persetujuan pusat sehingga rencana dimulainya pembangunan jalan layang tersebut terwujud.
        
Di sela-sela melayat jenazah mantan Kepala Biro ANTARA Banjamasin H. Ahmad Safwani Ibahy, dinyatakan, persetujuan pemerintah pusat terhadap desain pembangunan jalan layang  diperlukan karena rencana pembiayaan seluruhnya diharapkan dari APBN.
        
"Kami optimistis pusat bersedia membiayai pembangunan jalan layang di ibu kota Kalsel yang merupakan jalan utama atau jalan nasional yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah melalui jalur utara," demikian Arsyadie.
        
Pada kesempatan terpisah Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel Gusti Perdana Kesuma dari Partai Golkar berharap, pembiayaan pembangunan jalan layang seluruhnya dari APBN.
        
"Sebagaimana pembangunan jalan layang pada beberapa ibu kota provinsi di Indonesia seperti Bandung, Jawa Barat serta rencana pembangunan jalan layang di Pekanbaru, Riau, seluruh pembiayaan dari APBN kecuali untuk pembebasan lahan," ungkapnya.
        
Menurut rencana, pembangunan jalan layang di "kota seribu sungai" Banjarmasin tepatnya berada di Jalan Ahmad Yani dari km 3,5 sampai km 4,5 atau di depan Jalan Gatot Soebroto memerlukan biaya ratusan miliar rupiah.
        
Pembangunan jalan layang tersebut salah satu upaya mengatasi atau mengurangi kemacetan arus lalu lintas di  kota niaga dan pelabuhan yang padat arus transportasi.
        
"Bila terwujud jalan layang di Banjarmasin merupakan yang pertama di Kalsel dan diharapkan menyusul jalan layang berikutnya seiring pesatnya kemajuan pembangunan serta pertumbuhan dan perkembangan transportasi," demikian Gusti Perdana.*6*

Editor: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar