Selasa, 19 September 2017

Ulama NU HST Tolak Aliran Radikalisme

id NU HST, PMII, Anshor, Banser, Pemkab HST
Ulama NU HST Tolak Aliran Radikalisme
Diskusi Publik Menolak Paham Radikalisme PC Nahdatul Ulama HST (Antarakalsel/Fathur/Ist)
“Islam itu agama yang cinta damai, untuk itu jangan kita terpengaruh dengan paham-paham baru yang membuat keberagaman sebagai suatu bangsa menjadi terancam,”katanya.
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar diskusi publik yang bertema "Membangun Kesadaran dan Strategi Penanggulangan Radikalisme Agama".

Panitia Pelaksana Diskusi Publik Izay Kumar, di Barabai Kamis  mengatakan, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati HST H A Chairansyah, dan diikuti 120 orang peserta baik dari mahasiswa, pelajar, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Ansor, PMII dan Barisan Serga Guna (Banser) Ansor HST.

"Diskusi menghadirkan narasumber antara lain, ketua PCNU HST KH M Nawawi Hasan, Ketua MUI HST KH M Wajihuddin Shaleh, Kapolres HST AKBP Mugi Sekar Jaya diwakili Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat IPTU Ady Suwarno.

Ketua PC NU HST KH.M.Nawawi Hasan, mengatakan  para peserta agar tidak terpengaruh dengan beberapa aliran yang baru-baru ini memasuki wilayah HST, saat memberikan materi dalam Diskusi Publik, bertempat di Gedung NU, Barabai, Kamis (7/9) pagi.

"Islam itu agama yang cinta damai, untuk itu jangan kita terpengaruh dengan paham-paham baru yang membuat keberagaman sebagai suatu bangsa menjadi terancam," katanya.

Sementara itu, Ketua MUI KH M Wajihuddin Shaleh, mengatakan menanamkan pendidikan Islam perlu sejak dini agar generasi muda di daerah terhindar dan meningkatkan kewaspadaan terhadap paham radikal.

Kasat Binmas Polres HST Iptu Ady Suwarno, mengatakan, generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dengan adu domba di masyarakat.

"Sekarang mungkin ada beberapa aliran yang baru,  kita minta kepada adik-adik ini jangan mudah terpancing dengan aliran yang ingin memecah belah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Editor: Fathurrahman

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga