Selasa, 26 September 2017

Legislator : Perbaikan Jembatan Runtuh Bisa Dengan Dana Tanggap Darurat

id Jembatan Ambruk
Legislator : Perbaikan Jembatan Runtuh Bisa Dengan Dana Tanggap Darurat
. (Antaranews Kalsel/Latif Thohir.)
Mungkin untuk sementara bisa menggunakan dana tanggap darurat untuk untuk membuat jembatan darurat agar hubungan masyarakat di kedua desa Kecamatan Mandastana itu tidak terputus,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Anggota DPRD Kalimantan Selatan Hj Kamariatul Herline mengharapkan jembatan runtuh yang menghubungkan Desa Bangkit Baru dengan Desa Tanipah Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) pada Kamis sekitar pukul 11.30 wita, segera diperbaiki.

Harapan wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan (Kalsel) III/Batola atau daerah pertanian pasang surut itu dilontarkan sebelum rapat paripurna DPRD provinsi setempat, Jumat.

"Mungkin untuk sementara bisa menggunakan dana tanggap darurat untuk untuk membuat jembatan darurat agar hubungan masyarakat di kedua desa Kecamatan Mandastana itu tidak terputus," ujar "Srikandi" Partai Hanura dari "Bumi Salidah" Batola tersebut.

"Salidah" adalah motto daerah Kabupaten Batola yang pengertiannya seiya-sekata atau mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan buat pembangunan.

Dia meminta pihak instansi terkait menindaklanjuti peristiwa runtuhnya jembatan yang menghubungan Desa Bangkit Baru dengan Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana itu.

"Apakah penyebab runtuhnya jembatan bernilai Rp17 miliar lebih itu karena kesalahan perencanaan awal atau pekerjaannya tidak sesuai perencanaan," tuturnya.

Sekretaris Fraksi Perubahan Berhati Nurani (PBN) DPRD Kalsel yang juga Sekretaris Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan lembaga legislatif tersebut berharap, peristiwa runtuhnya jembatan di Batola itu menjadi sebuah pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

"Alhamdulillah peristiwa runtuhnya jembatan yang menghubungkan Desa Bangkit Baru dengan Desa Tanipah yang sama-sama di Kecamatan Mandastana di siang bolong itu tidak menimbulkan korban jiwa," demikian Herlina.

Saksi mata atas runtuhnya jembatan di Batola tersebut antara lain Safaruddin (43) dan Ardiansyah (58) sama-sama warga Desa Bangkit Baru mengaku kaget.

"Kami kaget mendengar bunyi suara kera `bruk` dan melihat air pemukaan sungai naik. Setelah kami lihat ternyata jembatan runtauh," ujarnya.

Jembatan yang runtuh itu pembangunannya Juli 2015 dengan pelaksana PT Citra Bakumpai Abadi dan nomor kontrak 261/KPA/DPU-BM/2015 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan- APBN Perubahan.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga