Jakarta (ANTARA) – Dalam beberapa tahun terakhir, Suzuki Jimny menjadi salah satu SUV kompak paling diburu di pasar mobil bekas, karena desain ikonik dan kemampuan offroad yang mumpuni.
Desain mengotak khas jip klasik, sistem penggerak empat roda sejati, serta nama besar Suzuki membuat Jimny memiliki daya tarik yang kuat. Bahkan, unit mobil bekas berkualitas nya sering kali tetap dijual dengan harga tinggi karena permintaan yang konsisten.
Namun demikian, tingginya minat pasar juga memunculkan risiko. Banyak Jimny bekas yang sebelumnya digunakan untuk offroad berat, baik untuk hobi maupun kompetisi ringan, tidak dirawat dengan standar yang baik. Oleh sebab itu, kamu tidak boleh hanya terpikat oleh tampilan luar yang sudah dimodifikasi.
Jangan Langsung Percaya Tampilan Modifikasi
Banyak penjual menampilkan Suzuki Jimny bekas dengan ban besar, lift kit tinggi, dan aksesori offroad lengkap. Secara visual memang menggiurkan, namun modifikasi seringkali justru menutupi kondisi asli mobil tersebut.
Oleh karena itu, kamu harus bersikap teliti dan melihat mobil secara menyeluruh, bukan hanya dari tampilannya saja. Modifikasi ekstrem sering mempercepat keausan komponen penting seperti gardan, as roda, hingga rangka.
Jika modifikasi dilakukan tanpa perhitungan teknis yang tepat, umur pakai mobil bisa berkurang drastis.
Cek Sasis dan Rangka: Titik Krusial Jimny Bekas
Langkah pertama dan paling penting saat membeli Suzuki Jimny bekas adalah memeriksa kondisi sasis. Jimny menggunakan rangka ladder frame, yang memang kuat untuk offroad, tetapi tetap rentan terhadap karat dan retak jika sering dipakai di medan ekstrem atau area berlumpur.
Periksa bagian kolong mobil secara menyeluruh, kamu bisa fokuskan perhatian pada sambungan rangka, dudukan suspensi, dan area dekat tangki bahan bakar. Karat ringan masih bisa ditoleransi, tetapi karat tebal, keropos, atau bekas las yang tidak rapi patut diwaspadai.
Selain itu, rangka yang pernah bengkok akibat benturan keras akan sulit dikembalikan ke kondisi ideal. Jika perlu, ajak mekanik berpengalaman untuk membantu inspeksi guna memastikan bahwa struktur utama mobil masih lurus dan aman digunakan untuk jangka panjang.
Evaluasi Sistem Penggerak 4WD
Pada umumnya, Jimny dibekali sistem part-time 4WD dengan pilihan 2H, 4H, dan 4L. Sistem ini sangat andal, tetapi bisa mengalami keausan jika sering dipaksa bekerja di medan berat tanpa perawatan rutin.
Saat test drive, pastikan tuas atau knop penggerak 4WD dapat berpindah posisi dengan mulus. Dengarkan juga suara aneh dari bawah mobil saat 4WD aktif. Bunyi kasar, getaran berlebihan, atau perpindahan yang terasa berat bisa menandakan masalah pada transfer case atau gardan.
Selain itu, cek kondisi oli gardan dan transfer case. Oli yang jarang diganti akan mempercepat keausan komponen internal. Jika penjual tidak memiliki catatan servis yang jelas, maka sebaiknya kamu harus lebih berhati-hati.
Perhatikan Kaki-Kaki dan Suspensi
Karena banyak Jimny bekas digunakan untuk offroad, bagian kaki-kaki sering menjadi korban utama. Periksa kondisi shock absorber, bushing, ball joint, dan link stabilizer. Suspensi yang sudah lemah akan membuat mobil terasa limbung dan tidak nyaman, terutama di jalan aspal.
Ciri Jimny yang sudah “capek” biasanya terasa dari bantingan yang terlalu keras atau justru terlalu lembek. Selain itu, setir bisa terasa tidak presisi akibat komponen kemudi yang aus. Oleh karena itu, lakukan test drive di jalan bergelombang dan saat berbelok untuk mengetahui kondisi kaki-kakinya.
Mesin dan Transmisi: Jangan Diabaikan
Suzuki Jimny modern umumnya menggunakan mesin 1.5L K15B yang dikenal bandel dan relatif mudah dirawat. Mesin ini menghasilkan tenaga yang cukup untuk kebutuhan harian maupun offroad ringan. Namun, penggunaan ekstrem tanpa perawatan rutin tetap bisa menurunkan performanya.
Periksa suara mesin saat dingin dan panas. Mesin yang terawat biasanya bekerja halus tanpa suara ketukan mencurigakan. Selain itu, cek kondisi transmisi, baik manual maupun otomatis. Perpindahan gigi harus terasa halus dan responsif, tanpa hentakan berlebihan.
Interior dan Indikasi Pemakaian Berat
Suzuki Jimny bekas yang sering diajak offroad biasanya memiliki interior dengan bekas lumpur, karat ringan di baut, atau jok yang cepat aus. Meskipun terlihat sepele, tanda-tanda ini bisa menunjukkan bahwa mobil sering digunakan di kondisi ekstrem.
Periksa juga panel pintu, karpet, dan area bagasi. Air yang sering masuk saat offroad atau menerjang genangan bisa menyebabkan bau apek dan karat tersembunyi. Oleh karena itu, jangan hanya fokus pada eksterior yang mengkilap.
Keaslian Dokumen dan Legalitas
Selain kondisi fisik, keaslian dokumen merupakan faktor penting saat membeli Suzuki Jimny bekas. Pastikan nomor rangka dan nomor mesin sesuai dengan STNK dan BPKB. Mobil offroad kadang mengalami penggantian rangka atau mesin, sehingga berisiko menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Pastikan juga status pajak kendaraan aktif dan tidak ada tunggakan. Dengan dokumen lengkap dan legal, kamu akan lebih tenang saat menggunakan mobil, baik untuk harian maupun perjalanan jauh.
Pilih Jimny Sesuai Kebutuhan, Bukan Gengsi
Suzuki Jimny memang memiliki aura prestise dan gaya hidup yang kuat. Namun, sebelum membeli, kamu perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Jika mobil akan lebih sering digunakan di jalan aspal dan perkotaan, pilihlah unit yang minim modifikasi dan memiliki riwayat pemakaian wajar. Sebaliknya, jika memang ingin offroad, pastikan mobil sudah dimodifikasi dengan benar dan dirawat oleh bengkel yang kompeten.
Dalam membeli Suzuki Jimny bekas berkualitas memang membutuhkan ketelitian ekstra. Jangan mudah tergiur tampilan modifikasi yang gagah, karena kondisi rangka, sistem 4WD, dan keaslian dokumen jauh lebih penting.
Dengan pengecekan menyeluruh dan pendekatan rasional, kamu bisa mendapatkan Jimny yang benar-benar terawat dan siap digunakan tanpa rasa khawatir.

