Limbah rumah tangga merupakan kelompok tertinggi mencemari sungai-sungai di Banjarmasin, padahal air sungai di kawasan ini dijadikan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan disela-sela kegiatan cerdas cermat masalah lingkungan di kantor PDAM setempat, Selasa mengakui tingginya tingkat pencemaran air sungai setempat akibat buangan rumah tangga.

Menurutnya, kalau hal tersebut terus dibiarkan maka tak tertutup kemungkinan pencemaran air sungai di Banjarmasin kian tinggi sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk air baku air minum.

Karena itu perlu diberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai pencemaran lingkungan itu, dan hal itu harus ditanamkan pula kepada anak-anak sekolah melalui cerdas cermat ini, katanya dalam kegiatan cerdas cermat kaitan peringatan HUT ke-40 PDAM setempat.

Cerdas cermat tersebut diikuti 25 Sekolah Dasar dan 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat.

Berdasrkan catatan, pencemaran sungai di Banjarmasin setelah adanya kandungan air raksa dan sampah rumah tangga yang menyebabkan biaya pengolahan air baku PDAM Bandarmasih Banjarmasin naik hingga 30 persen.

Saat ini tipe air baku di Kalsel masuk katagori tipe C dari yang seharusnya tipe A.

Kenapa katagori C karena tingkat pencemaran yang cukup tinggi, sehingga perlu pengolahan ekstra untuk layak dikonsumsi sebagai air minum maupun untuk kebutuhan lainnya.

"Kendati sungai di Banjarmasin saat ini cukup tercemar, saya jamin tidak akan berpengaruh terhadap kualitas air PDAM," katanya.

Hanya saja, tambah dia, pihaknya harus ekstra untuk melakukan pengolahan dan penyaringan hingga dinyatakan layak sampai ke konsumen, kondisi tersebut jauh berbeda bila tipe air bakunya adalah tipe A yang biaya pengolahan akan jauh lebih murah dan mudah.


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026