Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan merawat ratusan pasien yang dinyatakan positif menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Direktur RSUD Banjarbaru Endah Labati, Rabu mengatakan, jumlah pasien positif terserang demam berdarah yang ditangani rumah sakit milik Pemerintah Kota Banjarbaru itu mencapai 140 orang.
"Jumlah pasien sebanyak 140 orang itu terdata sejak bulan November 2012 hingga pertengahan Januari 2013 yang seluruhnya menjalani rawat inap di ruang perawatan yang disiapkan," ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah pasien penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegipty yang dirawat di rumah sakit selama tiga bulan sejak November 2012 hingga Januari 2013 mengalami peningkatan.
Disebutkan, jumlah pasien yang positif terserang demam berdarah pada bulan November 2012 masih beberapa orang, tetapi mengalami peningkatan pada Desember hingga Januari 2013.
"Jumlah pasien yang dirawat pada Desember sebanyak 60 orang, tetapi memasuki awal tahun hingga pertengahan Januari jumlah pasien mencapai 75 orang dan terus bertambah hingga akhir bulan," ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya menambah ruang perawatan bagi pasien penderita demam berdarah karena rumah sakit tidak dibolehkan menolak pasien kecuali atas permintaan pasien sendiri yang menolak dirawat.
"Kami tidak akan menolak pasien penderita DBD, sehingga setiap pasien yang ingin dirawat akan ditangani meski pun ruang perawatan menggunakan ruangan lain yang dirubah menjadi ruang perawatan," ujarnya.
Dikatakan, pihaknya memanfaatkan ruangan bermain anak di lantai dua rumah sakit karena ruang perawatan khusus anak maupun ruang perawatan lainnya tidak mampu menampung banyaknya pasien.
"Ruangan bermain anak terpaksa dirubah menjadi ruang perawatan tetapi dilengkapi tempat tidur dan mampu menampung sepuluh pasien sehingga seluruh pasien bisa dirawat asal kan mau digabung," kata dia.
Ditambahkan, jika ruangan yang disediakan masih tidak cukup maka pihaknya menggunakan selasar di depan ruangan untuk menampung pasien sehingga menyiapkan tempat tidur tambahan bagi pasien yang mau dirawat.
"Intinya, kami tidak mau menolak pasien yang ingin dirawat, tetapi karena keterbatasan ruangan sehingga memanfaatkan selasar jika pasien membludak. Itu pun jika pasien bersedia dirawat disitu," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026