Kemacetan lalu lintas mulai terasa dari 'kota dodol" Kandangan, (sekitar 95 kilometer utara Banjarmasin)
Banjarmasin (ANTARA) - Lalu lintas dari arah Banua Enam menuju Banjarmasin sejak Sabtu siang padat merayap, sehingga rombongan dari Barabai, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menghadiri haulan ke 14 Guru Sakumpul KH Zaini Abdul Gani  Martapura sudah delapan jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor belum sempai tujuan.

Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Sabtu malam, rombongan keluarga Muhran yang menggunakan sepeda motor dan berangkat dari "kota apam" Barabai sekitar pukul 14.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA belum sampai Sakumpul Martapura.

Rombongan asal Desa Aluan Mati Kecamatan Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah (HST) itu pukul 22.00 wita, baru sampai Rantau (sekitar 77 kilometer utara Martapura), ibu kota Kabupaten Tapin, Kalsel.

Padahal kalau hari-hari biasa dalam keadaan normal, perjalanan dengan naik sepeda motor dari Barabai yang berjuluk "Bandung van Borneo" itu ke "kota intan" Martapura hanya makan waktu paling lama empat jam.

Pasalnya jarak antara Barabai yang mendapat gelar sebagai "kota pendidikan" tahun 1950-an itu dengan "kota santri" Martapura hanya sekitar 125 kilometer.

Namun seiring kegiatan haul ke 14 Guru Sakumpul Martapura, kemacetan lalu lintas juga terjadi di daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel.

"Kemacetan lalu lintas mulai terasa dari 'kota dodol" Kandangan, (sekitar 95 kilometer utara Banjarmasin), ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel," tutur Muhran yang juga seorang guru agama lewat telepon seluler/hp.

"Kalau seperti ini kondisi kemacetan lalu lintas, mungkin subuh Ahad baru tiba di Sakumpul Martapura," ujar kakek dari tiga cucu yang hampir berusia 60 tahun tersebut.

Keluhan serupa atas kemacetan lalu lintas untuk menghadiri haulan Guru Sakumpul Martapura itu, juga dari rombongan warga kota dodol Kandangan atau "Bumi Perjuangan Antaluddin" HSS.

Padatnya arus lalu lintas menimbulkan kemacetan, karena kaum Muslim Banua Anam juga beramai-ramai menghadiri haul ke 14 Guru Sakumpul Martapura yang puncak acara pada 10 Maret 2019.

Daerah hulu sungai atau Banua Anam Kalsel itu meliputi Kabupaten Tapin, HSS, HST, Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026