Martapura Kalsel (ANTARA) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK berpendapat, haul Datuk Kalampayan atau Syekh Maulana Muhammad Arsyad Al Banjari momentum spiritual penting bagi masyarakat di provinsinya.
"Haul Datuk Kalampayan menjadi momentum spiritual masyarakat Kalsel," tegas Supian HK, usai menghadiri haul ke-220 ulama kharismatik Kerajaan Banjar masa Sultan Adam di Dalam Pagar, Martapura Timur, Kabupaten Banjar yang dipusatkan di Masjid Tuhfaturraghibin, Kamis (26/3/2026).
Ketua DPRD Kalsel dua periode itu berharap, masyarakat di provinsinya bisa meneladani akhlak dan ilmu ulama besar pengarang Kitab Sabilal Muhtadin yang tersyuhur hingga Negeri Jiran seperti Malaysia dan Brunei Darussalam tersebut.
"Keteladanan bidang akhlak dan keilmuan Datuk Kalampayan bukan hanya sekedar kebanggaan, tetapi lebih dari itu bisa meneladani sehingga lebih memantapkan religius masyarakat Kalsel," pungkas. Supian HK.
Baca juga: Kapolda Kalsel cek kesiapan pengamanan hingga Randurlap jelang haul Datu Kalampayan
Pada haul ke-220 Datuk Kalampayan tersebut hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, termasuk Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman, Sekdaprov HM Syarifuddin, Gubernur setempat periode 2005-2015 H. Rudy Ariffin.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kalsel dan luar provinsi juga hadir, baik melalui jalur darat maupun melalui jalur sungai Martapura, acara berlangsung khidmat dan lancar.
Baca juga: Pimpin pengamanan, Kapolda kawal kekhusyukan haul ke-220 Datu Kalampayan
Makam Datuk Kalampayan tersebut lebih kurang 15 kilometer dari Martapura, ibukota Kabupaten Banjar kalau melalui Kecamatan Astambul, tapi lewat jalan dalam hanya sekitar 10 kilometer salah satu objek wisata religi.
Selain itu, makam Abah Guru Sekumpul Martapura atau Tuan Guru Haji Muhammad Zaini Abdul Ghani,. serta makam Datuk Sanggul atau Abdussamad Al Palembangi dan makam Syekh Muhammad Nafis bin Idris di Kelua, Kabupaten Tabalong (sekitar 230 km utara Banjarmasin).
Datuk Sanggul bersama Datuk Kalampayan pengarang Kitab "Barincung Segi Tiga" dan Syekh Muhammad Nafis pengarang "Kitab Darun Nafis" (Ilmu tasawuf) juga terkenal hingga Negeri Jiran.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026