Warga negara berkewarganegaraan Belanda nekat memukuli seorang polisi yang sedang piket di Polsekta Banjarmasin Timur, sehingga membuat suasana di kantor itu tegang.
Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin, Kombes Pol Suharyono SH Sik di Banjarmasin, Jumat mengatakan, anggota polisi Polsekta Banjarmasin Timur yang menjadi korban pemukulan itu diketahui berinisial Brigadir EF.
Sementara pelaku yang melakukan pemukulan terhadap polisi tersebut diketahui bernama Bedrettin Kaya (31), yang memiliki kekasih orang Indonesia dan bermukim di Kota Banjarmasin. Kasus pemukulan itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita di Kantor Polsekta Banjarmasin Timur dan sempat dilerai oleh Kapolsekta dan Kanit Reskrim Polsekta tersebut.
Namun, naas bagi Brigadir EF, dirinya sempat mengalami luka memar di wajah dan dua gigi depannya harus terlepas akibat pukulan yang dilayangkan oleh Bedrettin tersebut. Untuk sementara, kasus itu ditangani oleh pihak Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin.
"Terkait kasus tersebut karena dia orang asing dan berkewarganegaraan Belanda maka kita akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Konsulat Belanda di Surabaya," katanya.
Suharyono menceritakan, semua itu berawal ketika Eka dan Bedrettin Kaya itu ingin menikah, dan Eka jujur bahwa dia pernah menjalani hubungan dengan seorang polisi, namun hubungan itu telah putus enam tahun yang lalu.
Diduga tak puas, Bedrettin Kaya minta Eka untuk membawa dia menemui mantan kekasihnya itu di Polsekta Banjarmasin Timur.
Kebetulan mantan kekasih Eka berdinas di Polsekta tersebut. Setelah bertemu Bedrettin Kaya langsung mengajak ngobrol Brigadir EF dengan bahasa Inggris, karena diduga tak mengerti polisi itu hanya diam, dari diamnya polisi itu orang asing diduga tersinggung dan langsung memberikan Brigadir EF pukulan yang mengakibatkan dua gigi depannya patah./gun/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.