Banjarbaru (ANTARA) - Polda Kalimantan Selatan kini memiliki Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) yang dapat melayani seluruh Polda di regional Kalimantan sesuai kebutuhan yang diperlukan, baik di internal Polri maupun masyarakat umum.
"Jadi Labfor ini tidak hanya melayani kepentingan tugas Polda Kalsel namun juga meng-cover Polda Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat meresmikan Bidang Labfor Polda Kalsel di Jalan Ahmad Yani km 16 Gambut, Kabupaten Banjar, Kamis.
Yudha mengatakan kehadiran Labfor di Polda Kalsel tentu memudahkan efisiensi layanan yang sebelumnya harus ke Laboratorium Forensik Polri cabang Surabaya.
Baca juga: Polda Kalsel bangun gedung labfor guna tingkatkan layanan forensik
Dia menyatakan melalui peran Labfor maka proses penegakan hukum dapat terus mengedepankan scientific crime investigation (penyidikan berbasis ilmiah).
Artinya, metode penyidikan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti demi mengungkap sebuah kasus pidana dan lain sebagainya.
Untuk itu, Yudha memastikan personel yang bertugas harus betul-betul memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pada sejumlah layanan laboratorium.
Di antaranya mencakup analisis bukti fisik dari tempat kejadian perkara (TKP) dan barang bukti untuk keperluan investigasi kriminal, termasuk analisis DNA, sidik jari, senjata api, toksikologi, dan zat kimia seperti narkoba dan bahan peledak.
Baca juga: Propam Polda Kalsel-Polisi Militer tiga matra bersinergi jelang tugas akhir tahun

Saat ini personel di Labfor Polda Kalsel baru terpenuhi 27 orang dari 57 orang yang idealnya dibutuhkan.
Untuk memenuhi kebutuhan personel tersebut, Yudha mengaku berkoordinasi dengan AS SDM Polri untuk meminta dibukanya Bintara Rekpro (Rekrutmen Proaktif) dari lulusan sarjana yang memiliki kompetensi khusus untuk nantinya ditugaskan di Labfor sesuai kebutuhan.
