Perekaman data penduduk yang wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan mencapai 80,56 persen.

"Hasil perekaman data penduduk hingga akhir April mencapai 80,56 persen dari jumlah penduduk wajib KTP," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar Safrin Noor di Martapura, Kamis.

Ia mengatakan, prosentase itu setara 386.930 orang penduduk dari 490.000 penduduk kabupaten setempat yang wajib memiliki KTP dan sudah diberikan undangan untuk perekaman data dan identitas lainnya.

Menurut dia, bagi penduduk wajib KTP yang data dan identitasnya belum terekam, namun sudah masuk dalam data kependudukan dan mendapatkan undangan perekaman diminta melaporkan ke kecamatan maupun Disdukcapil.

"Kami minta penduduk bersangkutan yang pro aktif melaporkan diri ke kecamatan atau Disdukcapil sehingga data dan identitasnya bisa direkam dan dimasukkan dalam data induk kependudukan," ungkapnya. Pihaknya segera mengirimkan hasil perekaman data penduduk yang sudah masuk dalam data induk kependudukan Disdukcapil Banjar ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta untuk diproses lebih lanjut.

Proses selanjutnya adalah verifikasi dan validasi data untuk mengecek kebenaran jumlah penduduk wajib KTP yang direkam petugas kecamatan dan Disdukcapil sehingga bisa mendapatkan KTP elektronik.

Sementara itu, jumlah penduduk Kabupaten Banjar yang terdata dalam database Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dikelola Disdukcapil melonjak hingga mencapai 704.000 jiwa.

Padahal, hasil sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar pada 2010, jumlah penduduk hanya sebanyak 506.000 jiwa sehingga terlihat perbedaan yang cukup signifikan.

Dijelaskan, besarnya perbedaan jumlah penduduk itu akibat kelemahan sistem database SIAK karena masih ada data yang sama atau dobel tetapi tidak bisa dihapus karena sudah masuk sistem.

"Kami tidak boleh menghapus data dalam server komputer sistem SIAK karena sudah masuk sistem sehingga jumlah penduduk melonjak akibat data dan identitas yang sama," katanya. /zal/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026