Sistem dan aplikasi tersebut sangat mudah untuk digunakan para pegawai dan dirancang khusus oleh programmer
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan, menerapkan inovasi baru dengan memusatkan seluruh kegiatan Perjalanan Dinas dan pengeluaran untuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) para Pegawai Begeri Sipil (PNS) menggunakan aplikasi dalam jaringan (Daring) atau oline
Penggunaan aplikasi tersebut di sosialisasikan oleh Bappelitbangda HST kepada seluruh Kepala SOPD lingkup Pemkab HST di Auditorium Kantor Bupati pada Senin lalu.
Kabid Perencanaan Makro dan Pengendalian Bappelitbangda HST Rafinorrahman menyampaikan untuk penggunaan kebutuhan BBM seperti premium, pertalite, pertamax, solar dan lainnya dipusatkan pada BPKAD dengan menggunakan aplikasi online.
Sedangkan seluruh kegiatan perjalanan dinas aparat SOPD Pemkab HST dipusatkan pada Bagian Umum Sekeretariat Daerah HST yang juga menggunakan aplikasi online.
Menurutnya sistem dan aplikasi tersebut sangat mudah untuk digunakan para pegawai dan dirancang khusus oleh programmer, namun tentunya untuk penggunaan pertama pasti akan terasa berat karena puluhan tahun ASN Pemkab HST terbiasa menggunakan cara manual.
Dia mengharapakan para kepala SOPD nantinya dapat menugaskan salah satu staf untuk menjadi Administrator pada SOPD nya masing-masing.
Sebelumnya para Admin itu akan dibekali ilmu pengetahuan secara rinci dan teknis tentang penggunaan sistem dan aplikasi ini sampai mereka benar-benar bisa menggunakan.
Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Teddy Taufani menjelaskan untuk sistem dan aplikasi bahan bakar minyak sudah sejak 1 Januari lalu diterapkan dan dipusatkan di kantornya.
"Keperluan service, perawatan kendaraan dan pengurusan pajak STNK juga sama namun sementara ini yang sudah berjalan dan mulai terbiasa adalah penggunaan sistem dan aplikasi untuk BBM sementara untuk yang lainnya masih sama-sama belajar," katanya.
Dengan terpusatnya Perjalanan Dinas dan permintaan kebutuhan BBM tersebut ditanggapi beragam oleh para ASN Pemkab HST.
Salah satunya adalah harapan agar tidak menyulitkan dan menjadi ribet urusan macam-macam, karena menurut mereka selama ini image beberapa birokrasi dimata masyarakat lambat.
Selain itu mereka juga beranggapan kalau anggaran penjalaan dinas dan BBM ini terpusat maka dampak positifnya adalah menghindari pemborosan anggaran di bidang itu.
Namun banyak pertanyaan yang muncul uangnya dikemanakan karena selama ini gaji dan tunjangan Pemkab HST tidak pernah naik termasuk juga uang makan dan minum tahun 2018 ini tidak ada sama sekali.
Pewarta: M. Taupik RahmanEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.