Lembaga swadaya masyarakat Forum Komunikasi Agung di Amuntai Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan prihatin atas maraknya perdedaran narkoba oplosan di daerah tersebut.
"Korban tewas akibat mengkonsumsi narkoba oplosan atau yang sering disebut 'molek" sudah berjatuhan," kata Ketua Forum Komunikasi Agung (FKA) Amuntai Suldani, Selasa.
Molek atau narkoba oplosan tersebut dibuat dari alkohol 70 persen dicampur dengan obat obatan tertentu.
Menurut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) FKA, bagi yang mengkonsumsinya molek tersebut hilang kesadarannya, biasanya temperamentalnya tinggi mudah berkelahi hingga tewas, bahkan ada yang juga bunuh diri.
"Hal itu membuat resah masyarakat Hulu Sungai Utara," jelasnya.
Suldani mengaku, lembaganya komitemen turut memberantas peredaran narkoba dan molek.
Berdasarkan laporan yang diterima, pengguna dan yang mengkonsumsi molek yang berujung kematian tersebut dari kalangan generasi muda, pelajar bahkan anak-anak.
"Kami minta perhatian pemerintah daerah, DPRD dan Alim Ulama untuk segera bertindak mengatasi pemakaian molek dikalangan masyarakat karena sudah menimbulkan keresahaan, mengganggu rasa aman bahkan berujung kematian," ujarnya.
Dia juga menyayangkan, beberapa pelaku yang sudah ditangkap pihak Kepolisian dan kembali dilepaskan.
Ia berharap, apabila pelaku tidak bisa dijerat dengan pasal narkoba, seyogyanya Polisi menggunakan pasal lain yang bisa menimbulkan efek jera karena pelaku sudah menimbulkan keresahan ditengah masyarakat.
Kasat Narkoba Polres Hulu Sungai Utara Ajun Komisaris Polisi Kusdarmaji SH mengakui pihaknya mengalami kesulitan mengenakan pasal narkoba terhadap pemakai molek.
Karena hanya terkait penyalahgunaan obat-obatan resmi dari toko obat yang dicampur dengan alkohol.
Sedang untuk menjerat pelaku dengan pasal narkoba, belum ada pasal narkoba yang sesuai untuk digunakan.
Ia menghimbau kepada generasi muda untuk menjauhi penggunaan narkoba, termasuk molek, karena selain merusak jasmani, juga membuat malu orang tua.
"Kalian harus bisa membuat bangga orang tua kalian dengan prestasi dan bukan dengan mengkonsumsi narkoba," pungkasnya.Edy/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.